Saya telah lupa kapan terakhir kali merasa kesepian, sejak berta'aruf hingga hidup bersama kesepian tak pernah lagi mengusikku. Terima kasih "dakwah". Ketika kita mengenal Tuhan dan mengaku mencintainya maka sudah suatu kewajaran kita menempatkannya dalam hati. Sebab dengan seperti itu kita tak pernah merasa sendiri.
Hanya dengan mengingat Allah SWT maka jiwa akan tenang.,,
Tampilkan postingan dengan label Bilik lepas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bilik lepas. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Maret 2016
Jiwa Tanpa Tuhan
Sabtu, 13 Juni 2015
Tentang Malam Minggumu
Malam
minggu katanya selalu spesial, tidak usah mengelak dan berdalih bahwa malam
minggu sama aja dengan malam biasanya. Karna sejatinya malam yang akan
menghantarkan kita kepada hari libur esok adalah malam yang banyak orang
mengartikannya malam yang berbahagia. Tulisan ini rasanya hanya ingin
menyinggung si penggalau ketika malam minggunya selalu kelabu, dimana hanya kelambu
menemai malam yang katanya panjang itu (padahal setiap malam panjang alias
rentang waktunya sama aja yah guys ckcckckkck). Ketika malam minggumu wahai
makhluk jomblo masih saja kelabu maka berbahagialah setidaknya kalian tidak
termasuk salah satu dari penyumbang polusi kendaraan, polusi kemacetan dan yang
paling penting adalah polusi maksiat yang membuat malam yang seharusnya indah
malah di usik oleh ulah para aktivis maksiat. Aktivis maksiat? Iya, ituu loh
yang suka pacaran, pdkt-an, TTM-an, hang out gak jelas bareng yang bukan
muhrim, nongkrong-ngerumpi sambil ikhtilat dan sejenisnyaa deh..
“Jadi
malam minggu mesti ngapain supaya nggak kelabu?” tanya si penggalau.
Yap. Melalui sederetan
hari yang melelahkan mulai senin hingga sabtu, sangat keterlaluan juga rasanya
jika tidak menyisihkan waktu untuk sekedar bersantai dan bersenang-senang.
Namun ingat, segala aktivitas harus terikat dengan syariat islam, jangan
terikat dengan rayuan syetan. Kamu bukan makhluknya syetan kan?? Well, gunakan
sabtu malammu dengan aktivitas yang bermanfaat, baca buku misalnya, kalo nggak
suka baca buku nonton dirumah aja atau berkumpul bersama keluarga , perbanyak
ibadah yang paling penting, bisa jadi selama hari sibukmu ibadahmu jadi tidak
maksimal. Bukankah itu menyenangkan? Dan ingat malam diciptakan untuk
istrahatmu, jangan begadang dengan sesuatu yang tidak bermanfaat sebab tubuh
yang dititipkan oleh Allah SWT pun harus dijaga dan tidak boleh dianiaya dengan
sengaja.
#Mikirr deh, kalau
sekiranya kamu keluar malam mingguan dengan aktivitas yang tidak bermanfaat,
tubuhmu lelah, ibadahmu tidak maksimal, catatan dosamu pun bertambah. Duh,
ruginya plus plus guyss.. yang didapatkan hanya kesenangan yang bersifat
sementara. So, sebagai makhluk yang bijak, ada baiknya ketika kita pun bijak
dalam beraktivitas. Malam minggu memang indah, jangan mengotorinya dengan
maksiat. Yuk, selamatkan malam minggu kita :D (Nn/)
Makassar, Sabtu malamku 13 Juni 2015
(Tidak boleh nonton sebelum memposting sesuatu yang
bermanfaat)
Sabtu, 06 Juni 2015
Juni-Ku
4 Juni
2015…Kuingin berkisah tentang hari itu…
Rasanya
baru kemarin aku mengikrarkan diri dalam perjuangan ini, melewati badai
ketidak-konsistenan tentu bukanlah perkara mudah. Apa lagi kala itu, kesadaran
masih tak tertata rapi. Celah yang bisa menyusup keraguan dan ketidaknyamanan
didalamnya terkadang membuat pasang surut semangat dan terkadang ingin lari
saja. Beruntung saat itu saya dibina oleh musyrifah yang “hebat”…
Tentang
ikrar perjuangan 2 tahun yang lalu, tanpa mengetahui apa-apa saat hendak di
“proses”, (sebuah istilah yang digunakan kala hendak menobatkan seseorang
menjadi syabab/ah yang konsisten berjuang dengan tujuan mulia). Kalo tidak
salah hari itu rabu, selepas mata kuliah olahraga dengan mengenakan pakaian
yang memprihatinkan alias nggak syar’i, yakni pakaian olahraga masyarakat
kampus pada umumnya. Di teras mesjid nurul tarbiyah bersama turunnya hujan aku
resmi menjadi seorang syabah di Hizbut Tahrir (Belum jadi anggota yah,
Catet!!). Proses panjang yang memakan waktu kisaran 1 semester setelah di
kontak oleh seorang kakak dengan tingkat kesabaran yang luar biasa menghadapi
seorang “Aku”. Sering menghilang dan kabur tanpa alasan dan kabar yang jelas
ketika hendak kajian padahal akad sudah terucap. Memang, waktu yang lama dibanding
kawan-kawan yang lain yang cukup hanya 2-3 bulan untuk menjadi seorang darisah.
Tapi, setidaknya sampai sekarang aku masih bertahan.....
Ehhh….4 Juni ini bukan hanya milikku tapi juga
milik seorang kawan..
Bersama
seorang kawan yang selalu menjadikan indah hariku, indah perjuanganku dalam
ukhuwah yang indah pula… Maka tak heran, dia memang senja itu.. karena dirinya
“INDAH”..
Terima
kasih karena masih bersama, Dulu.. kita sering mengeluh bersama, kompakan kabur
ketika hendak halaqoh. Sekarang mari kita memotivasi bersama, untuk selalu
berjuang dan kelak menjadi musyrifah bersama.. (ekhm.. ciee) !!!
Minggu, 08 Maret 2015
Surat Cinta untuk Masa lalu
Surat
cinta yang beraromakan kerinduan berjuang bersama, mengulang semangat juang
dimasa lalu namun dengan tujuan yang berbeda.. teruntuk kalian yang berjuang
bersamaku dimasalalu..
Hanya
ingin sedikit bercerita tentang kalian yang tengah tersenyum bangga dihadapan
dunia, kita memang tidak terlalu akrab, namun pernah suatu masa kita saling
berbagi, saling mencari, menyapa dan berjuang bersama. Kini jalan yang kita
pilih tak lagi searah namun saya yakin dan
percaya tujuan kita sama yakni menuju kepuncak kesuksesan. Tapi.. sukses
versi kita masing-masing. Hari ini kembali kukenang kalian meski kalian telah
lupa padaku, tapi setidaknya kalian tidak lupa dengan kenangan kita. Kembali ku menyapa kalian lewat anganku,
mengunjungi rumah-rumah kalian didunia maya hingga ketemukan kejutan-kejutan
kecil yang menghardik hatiku untuk mengenang lebih dalam akan segala kisah yang
telah kita lalui. Kalian terlihat hebat kawan, dulu kita berjuang bersama
diawal tahun 2013, bedanya aku memilih jalan lain dan berpisah arah dengan
kalian. Terlihat sangat menyedihkan kala itu, disamping aku harus kehilangan
mimpiku yang tengah kurintis akupun
harus berjuang melawan perasaanku. Dan kau tahu, sekarang aku baik-baik saja
meski terkadang rasa iri itu ada. Mengapa dunia mengistimewakan kalian dengan
sejuta pujian sedangkan aku tengah sibuk berjuang melawan dunia yang kian
mencekikku.. Rasanya memang tak adil, seolah jalan yang kupilih salah dan
kalian benar, tapi itu dulu saat keimananku tak seteguh sekarang. Kini aku
bangga dengan pilihanku, semua pilihanku.. memilih untuk berpisah arah dengan
kalian dan berjuang sendiri untuk cita-cita baru yang kurintis mulai dari titik
nol, tapi yang membuatku sedih mengapa tak kugenggam erat tanganmu untuk
berjalan searah denganku menuju cita-cita mulia. Kita berjuang bersama di medan
yang mencekik iman, karena aku percaya kita adalah orang-orang hebat yang
tersaring dalam seleksi itu…
Kini
kudapati senyum bahagia diwajah kalian, menceritakan kepada dunia
prestasi-prestasi yang telah diraih, dan juga tentang cinta yang telah kalian
rajut. Seolah sanjungan dari orang lain adalah penghargaan dari dunia untukmu.
Tapi denganku? Dunia terkadang memakiku dan menatap sinis
perjuanganku…Seharusnya aku iri dengan kalian, namun itu jika tak ada keimana n
dalam hati.. Kalian tumbuh menjadi orang-orang hebat, jauh dari yang kuduga.
Sering kali aku berpikir jika saja aku berada diantara kalian dan tidak
memutuskan untuk memilih jalan lain pasti dunia akan mempersembahkan sejuta
pujian untuku. Tapi saya rasa itu adalah hal terbodoh yang kulakukan..
Kini
kita berada dalam medan perjuangan masing-masing. Kalian dengan mimpi kalian
dan sayapun demikian. Namun perlu kalian ketahui, bahwa perjuangan yang paling
indah nan mulia adalah perjuangan dalam dakwah.. ketika kita berjuang untuk
mengembalikan apa yang mesti dikembalikan, menghancurkan apa yang seharusnya
hancur dan memperjuangkan yang mesti diperjuangkan. Itulah alasan mengapa
kupilih jalan ini, sebuah jalan yang tak akan lagi membuatku iri dengan kalian.
Perjuangan dalam mengembalikan kesejahtraan dimuka bumi, kesejahtraanmu juga
kawan, menghancurkan berhala-berhala yang akan menghantarkan kalian dan penduduk
bumi menuju kesesatan yang lebih dalam, dan memperjuangkan yang Allah SWT
janjikan untuk mahluknya..
Tahukah
kalian sebaik-baik pejuang adalah mereka pejuang agama Allah SWT, karena medan
tempurnya adalah melawan dunia yang terselimuti kabut kekufuran dimana para
penghuninya tak lagi sadar akan bahaya kabut itu. Kabut ini bukan kabut biasa
yang akan hilang seiring berjalannya waktu tanpa ada perlawanan, kabut ini bisa
saja menutup mata hati kalian dan terperosok kedalam jurang siksa api neraka,
dan aku tak mau itu terjadi kepada kalian.
Aku
selalu percaya bahwa ketika kita meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh Allah
SWT maka Allah SWT akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik dan sepaket
dengan label halalnya. Aku menyebutnya ukhwuwah dalam perjuangan dakwahku.
Allah SWT menghadiahkanku teman-teman seperjuangan yang tidak kalah gigih
dengan kalian, bukan bermaksud untuk membandingkan namun untuk mencerahkan
dalam ketidakpastian. Perjuangan yang tidak akan membuatku tertunduk lesu di
akhirat nanti karena melakukan suatu aktivitas yang menyita waktu, tenaga dan
pikiranku namun tidak bernilai pahala disisi Allah SWT karena didalamnya
terlalu banyak perlanggaran syariat dan yang diperjuangkan adalah Sesuatu yang
bersifat parsial, tanpa mengetahui apa sebenarnya akar permasalahan dari segala
carut marut dunia ini.
Akar
permasalahannya adalah “SISTEM” kawan. Sebuah sistem/ ideology yang menguasai
dunia dengan polesan yang menjanjikan kesejahtraan namun menghancurkan secara
perlahan. Tentang sistem yang kalian banggakan, begitupun denganku (dulu).
Manakala kita berdiskusi ringan dan sepakat mengagungkan sistem yang sepaket
dengan ideology tersebut, sungguh itu fanatic buta. Kala itu hanya sekedar
menerima terori busuk semata tanpa analisis yang mendalam. Tapi bukankah kita
(dulu) menyematkan diri sebagai makhluk-makhluk kritis? Dan saya yakin karena
kalian telah tumbuh diwadah yang katanya menampung otak-otak kritis pastinya
bisa menalar dan mengkritisi lebih jauh tentang ideology dan sistem yang sempat
kita puja-puja buta. Akh, aku sungguh malu jika mengenang saat-saat itu,
bagaimana bisa kusebut diriku kritis jika permasalahan negara saja akar
permasalahannya masih membebek dengan pendapat pakar-pakar yang ada.. Maka dari
itu kupilih jalan ini untuk memperjuangkan sistem kufur yang menguasai negara
kita. Tapi sebelumnya, kulurkan tanganku untuk kalian dan mari kita berjuang
bersama… Dan pikirkan baik-baik jika memang kalian benar-benar menyematkan diri
sebagai kebanggaan dunia .
Makassar, 8 Maret 2015.
-Ketika dunia menyematkan hari ini
sebagai hari wanita sedunia, ketika disisi lain wanita tertindas dan tereksploitasi
tanpa mereka sadari, maka kukirimkan surat cinta ini untuk kalian untuk
memperjuangan apa yang harus diperjuangkan-
Rabu, 14 Januari 2015
Melawan dengan Keimanan.
Sama
halnya dengan Desember, seharusnya Januari ini pun masih milikku.
Tapi
tidakkah kau tahu.. dunia kembali menyudutkanku disetiap lini hidupku. Sungguh.
Jemariku lelah menari mengukir kisah klasik yang enggan menarik hati para pembaca, tapi biarlah.. setidaknya
dunia tahu bahwa kembali kuberkawan dengan perih. Aku takkan mengeluh tentang
januariku yang mengalahkan kelamnya langit malam dan kuatnya badai cobaan
dimusim penghujan ini, aku pun tak menyalahkan Desemberku lalu yang begitu
indah dengan tarian hujan. Tapi aku menyalahkan diriku yang tak bisa bersyukur,
menata hati, perasaan dan waktu…
Teriaki
saja aku dengan pecundang, mereka takkan percaya sebab tegarnya aku terlihat
dari luar. Bertopeng ! ya, tak masalah bukan? Setidaknya topengku ini ibarat
awan yang berkumpul menjadi topeng langit demi menghadiahkan hujan bagi
kegersangan bumi dan pelangi bagi sang perindu. Tak apa, aku menghadiahkan
senyum untuk kalian..
Karena
maafku saja,
Aku
bukanlah seorang yang akan meratapi sedihku hingga larut bahkan tenggelam…
Tenggelam dalam duka? Maaf saja, itu bukan diriku…
Sebab
ku bukanlah, seorang alay yang senantiasa menumpahkan sedihnya dikolom ratapan
dunia maya.. Tenang saja, aku takkan pernah “Nyampah” diberanda (facebook)
kalian dengan status alay bin galau-ku..
Bahkan
jika kalian pun enggan meminjamkan bahu bagiku bersandar kala lelahku bertarung
dengan ujian dunia, tak mengapa.. tembok dinding kamarku cukup kuat dan kokoh
menompang beratku dan berat beban hidupku.
Tak
mengapa kalian tak mau tahu tentangku, bahkan kabarpun enggan kau tanyakan..
Cerita sedihku takkan terpendam sendiri dalam hati. Aku cukup puas menumpahkan
sedihku di sujud sepetiga malamku.. bahkan jemariku telah menyematkan kisahku
dalam sedih sekarang ini..
Aku
takkan menuntut banyak dari kalian, wahai sahabatku, keluargaku, sosial mediaku
dan teman-temanku… Aku cukup dengan Allah SWT saja, maka kubisa berdamai dengan
hatiku.
Eh,
ini karena keimanan loh ! Aku selalu percaya dengan keimanan dalam hati akan
menenangkan dari apapun itu.. ^^
Keimananku jangan pergi :* berbahagialah dalam hatiku, bermekaranlah indah..
agar kelak imamku berkunjung ke taman hatiku yang bertebaran aroma iman…
Makassar, 14
Januari 2015
Kamis, 11 Desember 2014
Pengakuan Hujan #Part 2
Dua hari setelah pengakuanku dan hujan
terluapkan, kini ia tak lagi menyambut pagiku dan menghantar lelapku. Pikirku mungkin
kepergiannya akan lebih cepat dari biasanya jika terlambat kuyakinkan hatinya
bahwa masih ada cinta untuknya dari hati masing-masing insan, tak mengerti
mengapa hujan akhir tahun 2014 ini agak sensitive J ataukah aku
salah mengatrikan hujan. Oke, lama kupikirkan setiap tanya yang diteteskannya
untukku, tentang cintaku dan rinduku….
Menantimu dalam gersang tidaklah mudah,
memikirkanmmu setiap saat dan mengharap hadirmu. Sepertinya memang ada jarak
yang digariskan alam untuk kita. Wujud rasa cinta seorang insane terhadap hujan
adalah mensyukuri kedatangannya dan tidak menlontarkan keluh atas hujan.
Biarkan aku mencintaimu seperti itu, mencintaimu pasti dalam benar. Adapun jika
kumenikmati setiap butir tetesanmu itu karena kukagumi indahmu. Menghindari
tetesanmu yang jatuh kebumi bukan karena kutak mencintaimu, namun karena aku
benar-benar mencintaimu.. Biarkanlah cinta kita tumbuh bersama kedewasaan.
Dulu
sewaktu kecilku kuluapkan rasa cintaku dengan bermain bersamamu di tanah
lapang, meski setelahnya akan ada demam menghinggapi, namun tak mengapa asal
bahagia kita bisa menciptakan pelangi yang lebih indah dari biasanya. Kini
biarkanku mencintaimu dengan cara lain.. Menatapmu dari teduh, mengharapkanmu
dan bergembira atas hadirmu… Dan kini lebih sering kusematkan kau dalam penaku.
Kukatakan pada dunia bahwa aku mencintaimu.. terlebih cintaku yang teramat
sangat kepada penciptamu, pencipta kita, pencipta cinta kita . Allah SWT..
Maka pantaskah kau ragukan cintaku?
Izinkanku mencintaimu dengan cara yang lain…
Jumat berkahku tanpa sambutmu, semoga setelah
ini aku bisa menyaksikan tarian hujan yang berdamai dengan angin… ^^
Baca juga pengakuan hujan #part 1
nitip dulu
Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah, Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, "Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa 'Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?"
Beliau tersenyum. "Tidak begitu ya Ukhayya", ujarnya lembut. "Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama & kejayaan itu."
"Pada kurun awal", lanjut beliau, "Allah memilih Bangsa 'Arab. Dipimpin RasuluLlah, Khulafaur Rasyidin, & beberapa penguasa Daulah 'Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allahpun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka."
"Di masa berikutnya, Allah memilih bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah 'Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak 'Ulama & Cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia."
"Lalu ketika Bangsa Persia berpaling & menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka; Allah berikan pada orang-orang Kurdi; puncaknya Shalahuddin Al Ayyubi dan anak-anaknya."
"Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu pada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun di antaranya. Mereka, orang-orang Mamluk."
"Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula memindahkan amanah itu pada Bangsa Turki; 'Utsman Orthughrul & anak turunnya, serta khususnya Muhammad Al Fatih."
"Ketika Daulah 'Aliyah 'Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin penjayaan Islam ini."
Beliau menghela nafas panjang, kemudian tersenyum. Dengan matanya yang buta oleh siksaan penjara Israel, dia arahkan wajahnya pada kami lalu berkata. "Sungguh di antara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah; yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek", katanya sedikit tertawa, "Yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin penzhahiran agamanya ini."
"Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para 'Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah 'Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah 'Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maghrib; dari Maroko, sampai Merauke", ujar beliau terkekeh.
"Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam."
"Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insyaaLlah."
Ah.. Campur aduk perasaan, tertusuk-tusuk rasa hati kami di Jogokariyan mendengar ini semua. Ya Allah, tolong kami, kuatkan kami..Ustadz Salim A. Fillah
Rabu, 10 Desember 2014
Pe cibir
Bismillah…
teruntuk yang tengah terselimuti gundah, kecewa dan kesah yang tak terluapkan
dalam nyata, maka terungkap dalam maya untuk menuju sebuah kenyataan, dialah
hatiku yang memikul beban yang tersekat rasa terkokoh iman….
Pemandangan
miris menghinggapi indraku hari ini, meski hujan datang dan pergi sesukanya
namun hadirnya tetap sama meski keluh terucap kala kunjungannya dalam aktivitas
penduduk bumi. Rasaku pun sama ia datang meski tak pernah pergi, ia adalah rasa
muak terhadap kondisi yang membutakan iman seorang insane..
Tepat
hari ini, sejak kutuliskan keluh dilayar (13:22 WITA) serasa ingin kuluapkan
pada dunia bahwa aku benci dia ! Terlebih pada diriku sendiri yang tak mampu
menemukan celah untuk menerangi hatinya.
Teruntuknya
seorang wanita (sebaya) yang menghilang malunya. Mencibir sesuatu yang agung,
syariat agamanya. Jika sebuah kata yang
terucap dari lisan seorang seperti tak mampu membuka fikiranmu, maka sepertinya
aku harus membawakan cermin besar seukuran tubuhmu, berdirilah tegak
dihadapannya dan tanyakan pada bayangan (kembali). Istimewakah diriku? Lebih
baikkah diriku daripada dirinya sehingga cibiran kulayangkan padanya? Tidak toh
? *Silahkan berbincang dengan bayangan. Gila? Saya rasa anda sudah hilang akal
dalam mencibir syariat pencipta dan bangga terhadap maksiatmu ! Camkan!!!!!!!
Senin, 08 Desember 2014
21 Story
Kembali kuingin mengikat kisah di awal 21 ku…
Kehadiran teman-teman disekitarku adalah
penguatku dirantauan.. Cie anak rantau
Menyambut umur seperlima abadku lebih setahun
kembali aku dipertemukan oleh pembukaan musim di tanah air yakni beralihnya
musim kemarau menuju musim hujan, semoga musim kemarau bisa move on… tak
seperti pergantian kurikulum yang yang bertepatan dengan pergantian umurku
dimana kurikulum 2013 kembali ke KTSP. Kini aku menyadari bahwa sistem
pendidikan negara kita tengah CLBK dengan kurikulum Tingkan Satuan Pendidikan
(KTSP) Anggap saja Sistem pendidikan kita gagal move on.. Oke say good bye for
KurTilas :D
Perpindahan usiaku kemarin disambut oleh
teman dekatku, ada yang ngasih ucapan dan ada pula yang menyambutnya dengan
acara syukuran berupa kejutan subuh.. Para pelakunya sudah pasti teman
serumahku, lirik nona-nona manis Vira, Risma, Dik Dilla dan Rista. Sebenarnya
saya tidak kepikiran mereka akan memberi kejutan subuh untukku karena
sebelumnya aku memang agak kurang setuju dengan perayaan hari jadi, terkesan
mengikuti kebiasaan budaya kafir masalahnya. Namun apa mau dikata, mereka sudah
mempersiapkannya dan berat rasanya jika harus mengecewakannya. Tenang saja,
tidak ada acara tiup lilin, because itu bertentangan dengan syariat Islam. Dan subuh itu mulailah mereka beraksi.. Dalam lelapku ketukan suara pintu terdengar
dan mengusik tenang tidurku, “Kak Nining.. Kak Nining buka pintunya, cepatki
kak” Suara terdengar panik dan terus mengulangi kaliamat yang serupa, merasa
terganggu bercampur penasaran akhirnya aku membuka pintu, tampak seorang gadis
yang sering kusapa Dilla dengan wajah paniknya seraya berkata “sakitki kak
Risma” Belum sedetik kumerasakan panic dan kaget.. eeeh nyanyian selamat ulang
tahun telah membuyarkan suasana… Dan akhirnya subuh itu kita menikmati setiap
potongan kue ulang tahun yang di buat oleh Ibu Kost kesayangan :D
Dikampus teman-teman pun ramai mengucapkan
selamat atas berpindahnya tingkatan umurku.. namun dunia maya pun tak kalah
hebohnya, seorang teman dekat saya bernama ST. Hajrah menyematkan ucapan
selamat untukku lewat note FB.. Gomawo Eonnie :;D Just info temanku yang satu
ini sangat benci dengan hal yang berbau korea.. Bahkan kejutan malam dihari
jadiku pun melengkapi kisah bahagiaku.. Kejutan dari sobat Keluarga Cemaraku
berupa kue tart dengan desain yang cantik, katanya ini sesuai dengan karakter/
kepribadianku. Nah, emang kepribadianku kayak gimana? Sok tahu mereka… But makasih
buat para personil KC yang menemani malam bahagiaku.. Hajrah, Nuhi, Risma,
Vira, Ronald dan Heidir.. GWS buat Tuya yang nggak bisa hadir biasanya dia yang
paling heboh J dan juga Firman yang lagi pulang kampung..
Makasih oleh2nya.. mangganya enak, unik !
Terima kasih terucap untuk para penyempurna
Angka 21 ku… ^^
Langganan:
Postingan (Atom)


