Pertumbuhan Ekonomi yang Semu




Pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak bermakna karena masyarakat Indonesia belum merasakan pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dilihat dari pendapatan negara yang mengalami peningkatan namun peningkatan tersebut tidak berefek pada kesejahtraan rakyat Indonesia sendiri. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dibanding negara lain untuk naik tahtah menjadi negara maju karena memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, Sumber Daya Manusia (SDM), dan budaya, ketiga  potensi besar ini sangatlah menunjang perekonomian negara Indonesia jika dikelolah dengan baik tentunya berdasarkan sistem yang baik pula. Ditinjau dari sumber daya alam yang dimiliki indonesia mulai dari tambang MIGAS di Blok Mahakam, kondisi tanah indonesia yang subur dengan iklim tropis dapat menghasilkan rempah-rempah, bahan makanan dan hamparan laut yang luas hingga 70% luas Indonesia secara keseluruhan. Kemudian Sumber Daya manusia (SDA), Indonesia merupakan salah satu negara yang berpenduduk terbanyak didunia tentu memiliki peluang yang sangat besar untuk mewujudkan mimpi untuk menjadi negara maju jika dibanding dengan negara jepang yang penduduknya lebih sedikit dibandingkan oleh bangsa indonesia namun pertumbuhan ekonominya sangat baik, dan yang terakhir adalah budaya yang dimiliki indonesia dari sabang sampai marauke sangat beragam sehingga menunjang untuk menjadikan indonesia sebagai negara maju. Namun kenyataannya sekarang ketiga potensi besar tersebut tidak mampu dimanfaaatkan dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi yang diharapkan tidak mampu di nikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Salah satu masalah ekonomi yang masih hangat diperbincangkan adalah kemiskinan. Berdasarkan data statistik angka kemiskinan di Indonesia mencapai angka 13.2% pada tahun 2010 dan tahun 2011 turun ke angka 12.2 persen (BPS,2011), dan juga kurangnya lapangan kerja sehingga pengangguran pun menyumbangkan data untuk bukti pertumbuhan ekonomi indonesia tak bermakna.
Pendidikan di Indonesia bisa dikatakan lebih baik dari sebelumnya namun hal itu tidak menguatkan fakta dari pertumbuhan ekonomi yang bermakna, karena pertumbuhannya tidak semaksimal yang seharusnya, berdasarkan fakta dari lingkungan sekitar saya sendiri, sekolah (SD, SMP, dan SMA) sudah dibebaskan dari biaya pendidikan, dan juga sudah ada dana BOS namun tetap saja pihak sekolah meminta sumbangan untuk biaya pembangunan dengan jumlah yang lumayan besar dan para siswa tetap disarankan untuk membeli buku berupa LKS dan buku pendukung lainnya. Masalah yang sama pernah saya temui disalah satu lembaga kesehatan didaerah saya, petugas lembaga kesehatan acuh tak acuh jika pasiennya berobat dengan menggunakan asuransi kesehatan dan juga ada jenis obat-obatan tertentu yang tidak bisa ditebus dengan menggunakan asuransi kesehatan dan harga obat tersebut termasuk mahal.
Penyebab ketidakbermaknaan pertumbuhan ekonomi Indonesia yaitu karena sistem yang salah, memang di Indonesia sistem ekonomi yang berlaku berdasarkan pada pancasila yang berketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan dan keadilan serta berdasar kan pada UUD 1945. Namun pelaksanaannya cenderung liberal, sehingga cita-cita atau tujuan yang ingin dicapai dari butir-butir Pancasila dan UUD 1945 sangat sulit tercapai.
Perekonomian Indonesia sekarang ini sangat terintegrasi dengan perekonomian global sehingga sedikit saja terjadi krisis maka akan berdampak signifikan. Terlebih struktur perekonomian Indonesia yang begitu rapuh karena ekonomi Indonesia dibangun  dari pinjaman (hutang) dan investasi luar negeri yang membuat modal begitu mudah masuk dan keluar.
Pemerintah yang bersih bebas dari korupsi dan sistem yang baik yakni berlandaskan pada pancasila dan UUD 1945 beserta pelaksanaannya, akan menjadikan pertumbuhan ekonomi yang lebih bermakna di Indonesia. Berikut adalah fakta kongkret  akan kesemuan pertumbuhan ekonomi tanah air diantaranya, Kesejahtraan rakyat belum terpenuhi karena banyaknya hutang negara sehingga perlu adanya peningkatan kesejahtraan rakyat, banyak potensi yang dimiliki oleh bangsa indonesia untuk pertumbuhan ekonominya namun karena adanya penyelewengan sehingga potensi tersebut tidak mampu menunjang perekonomian yang baik untuk negara Indonesia, Indonesia baru dikatakan sebagai negara maju jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang lainnya seperti jepang. ditinjau dari zaman ke zaman perekonomian di Indonesia belum ada peningkatan, harga BBM dan sembako terus saja naik, kemiskinan dan pengangguran yang meningkat dari tahun ke tahun karena kurangnya lapangan kerja.
Namun ada pula yang berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah bermakna, ditinjau dari aspek pendidikan yang dulu rakyat Indonesia masih kesulitan untuk menuntut ilmu di pendidikan formal karena biaya pendidikan yang selangit, dibandingkan dengan sekarang yang sudah ada dana BOS sehingga memudahkan siapa saja untuk merasakan dunia pendidikan formal, selain itu sekarang layanan kesehatan sudah lebih mudah dan murah didapatkan karena sudah ada asuransi kesehatan, sehingga layanan kesehatan bisa dijangkau oleh semua kalangan.
Pendapat lain berasal dari salah seorang peserta yang menanggapi permasalahan ini dengan pendapat yang netral, karena disatu sisi kita bisa merasakan pertumbuhan ekonomi tersebut misalkan dari aspek pendidikan dan kesehatan namun dari segi kenaikan harga BBM dan sembako serta banyaknya jumlah pengangguran yang merupakan cerita lama namun berdampak sangat besar bagi perekonomian di negara Indonesia menjadi pendukung lain dari ketidak bermaknaan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,
Kesimpulannya, Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidaklah bermakna, karena masih banyaknya jumlah pengangguran, kenaikan harga BBM dan sembako, serta potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidak di manfaatkan dengan semestinya sehingga perekonomian tidak membaik, banyaknya utang negara, korupsi dimana-mana sehingga kesejahtraaan rakyat masih dipertanyakan. Dari aspek pendidikan memang sekarang ini sudah ada pendidikan gratis dan dana BOS namun tetap saja masih dirasakan berat oleh masyarakat karena masih ada sekolah-sekolah yang memungut biaya pembangunan yang sering disebut-sebut sebagai sumbangan namun dalam jumlah besar, masih ada sekolah yang menyuruh siswanya untuk membeli buku pelajaran, perlengkapan sekolah  lain, memang sudah lebih baik dari yang sebelumnya namun belum dirasakan sepenuhnya oleh seluruh masyarakat nusantara, begitupula dalam pelayanan kesehatan meskipun sudah ada asurasi kesehatan namun masih saja ada lembaga kesehatan yang tidak memberlakukan asuransi kesehatan tersebut, dan biasanya para petugas lembaga kesehatan acuh tak acuh melayani warga yang berobat dengan asuransi kesehatan sehingga kesejahtraan rakyat belum sepenuhnya membaik. Kondisi ini semakin menguatkan fakta bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tidak bermakna.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar