Sama
halnya dengan Desember, seharusnya Januari ini pun masih milikku.
Tapi
tidakkah kau tahu.. dunia kembali menyudutkanku disetiap lini hidupku. Sungguh.
Jemariku lelah menari mengukir kisah klasik yang enggan menarik hati para pembaca, tapi biarlah.. setidaknya
dunia tahu bahwa kembali kuberkawan dengan perih. Aku takkan mengeluh tentang
januariku yang mengalahkan kelamnya langit malam dan kuatnya badai cobaan
dimusim penghujan ini, aku pun tak menyalahkan Desemberku lalu yang begitu
indah dengan tarian hujan. Tapi aku menyalahkan diriku yang tak bisa bersyukur,
menata hati, perasaan dan waktu…
Teriaki
saja aku dengan pecundang, mereka takkan percaya sebab tegarnya aku terlihat
dari luar. Bertopeng ! ya, tak masalah bukan? Setidaknya topengku ini ibarat
awan yang berkumpul menjadi topeng langit demi menghadiahkan hujan bagi
kegersangan bumi dan pelangi bagi sang perindu. Tak apa, aku menghadiahkan
senyum untuk kalian..
Karena
maafku saja,
Aku
bukanlah seorang yang akan meratapi sedihku hingga larut bahkan tenggelam…
Tenggelam dalam duka? Maaf saja, itu bukan diriku…
Sebab
ku bukanlah, seorang alay yang senantiasa menumpahkan sedihnya dikolom ratapan
dunia maya.. Tenang saja, aku takkan pernah “Nyampah” diberanda (facebook)
kalian dengan status alay bin galau-ku..
Bahkan
jika kalian pun enggan meminjamkan bahu bagiku bersandar kala lelahku bertarung
dengan ujian dunia, tak mengapa.. tembok dinding kamarku cukup kuat dan kokoh
menompang beratku dan berat beban hidupku.
Tak
mengapa kalian tak mau tahu tentangku, bahkan kabarpun enggan kau tanyakan..
Cerita sedihku takkan terpendam sendiri dalam hati. Aku cukup puas menumpahkan
sedihku di sujud sepetiga malamku.. bahkan jemariku telah menyematkan kisahku
dalam sedih sekarang ini..
Aku
takkan menuntut banyak dari kalian, wahai sahabatku, keluargaku, sosial mediaku
dan teman-temanku… Aku cukup dengan Allah SWT saja, maka kubisa berdamai dengan
hatiku.
Eh,
ini karena keimanan loh ! Aku selalu percaya dengan keimanan dalam hati akan
menenangkan dari apapun itu.. ^^
Keimananku jangan pergi :* berbahagialah dalam hatiku, bermekaranlah indah..
agar kelak imamku berkunjung ke taman hatiku yang bertebaran aroma iman…
Makassar, 14
Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar