Rabu, 14 Januari 2015

Melawan dengan Keimanan.




Sama halnya dengan Desember, seharusnya Januari ini pun masih milikku.
Tapi tidakkah kau tahu.. dunia kembali menyudutkanku disetiap lini hidupku. Sungguh. Jemariku lelah menari mengukir kisah klasik yang enggan menarik  hati para pembaca, tapi biarlah.. setidaknya dunia tahu bahwa kembali kuberkawan dengan perih. Aku takkan mengeluh tentang januariku yang mengalahkan kelamnya langit malam dan kuatnya badai cobaan dimusim penghujan ini, aku pun tak menyalahkan Desemberku lalu yang begitu indah dengan tarian hujan. Tapi aku menyalahkan diriku yang tak bisa bersyukur, menata hati, perasaan dan waktu…
Teriaki saja aku dengan pecundang, mereka takkan percaya sebab tegarnya aku terlihat dari luar. Bertopeng ! ya, tak masalah bukan? Setidaknya topengku ini ibarat awan yang berkumpul menjadi topeng langit demi menghadiahkan hujan bagi kegersangan bumi dan pelangi bagi sang perindu. Tak apa, aku menghadiahkan senyum untuk kalian..
Karena maafku saja,
Aku bukanlah seorang yang akan meratapi sedihku hingga larut bahkan tenggelam… Tenggelam dalam duka? Maaf saja, itu bukan diriku…
Sebab ku bukanlah, seorang alay yang senantiasa menumpahkan sedihnya dikolom ratapan dunia maya.. Tenang saja, aku takkan pernah “Nyampah” diberanda (facebook) kalian dengan status alay bin galau-ku..
Bahkan jika kalian pun enggan meminjamkan bahu bagiku bersandar kala lelahku bertarung dengan ujian dunia, tak mengapa.. tembok dinding kamarku cukup kuat dan kokoh menompang beratku dan berat beban hidupku.
Tak mengapa kalian tak mau tahu tentangku, bahkan kabarpun enggan kau tanyakan.. Cerita sedihku takkan terpendam sendiri dalam hati. Aku cukup puas menumpahkan sedihku di sujud sepetiga malamku.. bahkan jemariku telah menyematkan kisahku dalam sedih sekarang ini..
Aku takkan menuntut banyak dari kalian, wahai sahabatku, keluargaku, sosial mediaku dan teman-temanku… Aku cukup dengan Allah SWT saja, maka kubisa berdamai dengan hatiku.
Eh, ini karena keimanan loh ! Aku selalu percaya dengan keimanan dalam hati akan menenangkan dari apapun itu..  ^^ Keimananku jangan pergi :* berbahagialah dalam hatiku, bermekaranlah indah.. agar kelak imamku berkunjung ke taman hatiku yang bertebaran aroma iman…
Makassar, 14 Januari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar