4 Juni
2015…Kuingin berkisah tentang hari itu…
Rasanya
baru kemarin aku mengikrarkan diri dalam perjuangan ini, melewati badai
ketidak-konsistenan tentu bukanlah perkara mudah. Apa lagi kala itu, kesadaran
masih tak tertata rapi. Celah yang bisa menyusup keraguan dan ketidaknyamanan
didalamnya terkadang membuat pasang surut semangat dan terkadang ingin lari
saja. Beruntung saat itu saya dibina oleh musyrifah yang “hebat”…
Tentang
ikrar perjuangan 2 tahun yang lalu, tanpa mengetahui apa-apa saat hendak di
“proses”, (sebuah istilah yang digunakan kala hendak menobatkan seseorang
menjadi syabab/ah yang konsisten berjuang dengan tujuan mulia). Kalo tidak
salah hari itu rabu, selepas mata kuliah olahraga dengan mengenakan pakaian
yang memprihatinkan alias nggak syar’i, yakni pakaian olahraga masyarakat
kampus pada umumnya. Di teras mesjid nurul tarbiyah bersama turunnya hujan aku
resmi menjadi seorang syabah di Hizbut Tahrir (Belum jadi anggota yah,
Catet!!). Proses panjang yang memakan waktu kisaran 1 semester setelah di
kontak oleh seorang kakak dengan tingkat kesabaran yang luar biasa menghadapi
seorang “Aku”. Sering menghilang dan kabur tanpa alasan dan kabar yang jelas
ketika hendak kajian padahal akad sudah terucap. Memang, waktu yang lama dibanding
kawan-kawan yang lain yang cukup hanya 2-3 bulan untuk menjadi seorang darisah.
Tapi, setidaknya sampai sekarang aku masih bertahan.....
Ehhh….4 Juni ini bukan hanya milikku tapi juga
milik seorang kawan..
Bersama
seorang kawan yang selalu menjadikan indah hariku, indah perjuanganku dalam
ukhuwah yang indah pula… Maka tak heran, dia memang senja itu.. karena dirinya
“INDAH”..
Terima
kasih karena masih bersama, Dulu.. kita sering mengeluh bersama, kompakan kabur
ketika hendak halaqoh. Sekarang mari kita memotivasi bersama, untuk selalu
berjuang dan kelak menjadi musyrifah bersama.. (ekhm.. ciee) !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar