Sabtu, 06 Juni 2015

Juni-Ku



4 Juni 2015…Kuingin berkisah tentang hari itu…

Rasanya baru kemarin aku mengikrarkan diri dalam perjuangan ini, melewati badai ketidak-konsistenan tentu bukanlah perkara mudah. Apa lagi kala itu, kesadaran masih tak tertata rapi. Celah yang bisa menyusup keraguan dan ketidaknyamanan didalamnya terkadang membuat pasang surut semangat dan terkadang ingin lari saja. Beruntung saat itu saya dibina oleh musyrifah yang “hebat”…

Tentang ikrar perjuangan 2 tahun yang lalu, tanpa mengetahui apa-apa saat hendak di “proses”, (sebuah istilah yang digunakan kala hendak menobatkan seseorang menjadi syabab/ah yang konsisten berjuang dengan tujuan mulia). Kalo tidak salah hari itu rabu, selepas mata kuliah olahraga dengan mengenakan pakaian yang memprihatinkan alias nggak syar’i, yakni pakaian olahraga masyarakat kampus pada umumnya. Di teras mesjid nurul tarbiyah bersama turunnya hujan aku resmi menjadi seorang syabah di Hizbut Tahrir (Belum jadi anggota yah, Catet!!). Proses panjang yang memakan waktu kisaran 1 semester setelah di kontak oleh seorang kakak dengan tingkat kesabaran yang luar biasa menghadapi seorang “Aku”. Sering menghilang dan kabur tanpa alasan dan kabar yang jelas ketika hendak kajian padahal akad sudah terucap. Memang, waktu yang lama dibanding kawan-kawan yang lain yang cukup hanya 2-3 bulan untuk menjadi seorang darisah. Tapi, setidaknya sampai sekarang aku masih bertahan.....

 Ehhh….4 Juni ini bukan hanya milikku tapi juga milik seorang kawan..

Bersama seorang kawan yang selalu menjadikan indah hariku, indah perjuanganku dalam ukhuwah yang indah pula… Maka tak heran, dia memang senja itu.. karena dirinya “INDAH”..
Terima kasih karena masih bersama, Dulu.. kita sering mengeluh bersama, kompakan kabur ketika hendak halaqoh. Sekarang mari kita memotivasi bersama, untuk selalu berjuang dan kelak menjadi musyrifah bersama.. (ekhm.. ciee) !!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar