Jumat, 02 Mei 2014

Telaah Kurikulum SD



Istilah kurikulum berasal dari bahasa Yunani Curir yang artinya pelari, dan Curere artinya tempat berpacu atau tempat lomba. Dan Curriculum  berarti “jarak” yang harus ditempuh. Kurikulum diartikan tidak secara sempit atau terbatas pada mata pelajaran saja, tetapi lebih luas daripada itu, kurikuloum merupakan aktivitas apa saja yang dilakukan sekolah dalam rangka memengaruhi peserta didik dalam belajar untuk mencapai suatu tujuan, dapat dinamakan kurikulum, termasuk juga prosess belajar mengajar, mengatur strategi dalam pembelajaran, cara mengevaluasi program pengembangan pengajaran dan sejenisnya. Adapun fungsi umum kurikulum diantaranya :
1.      The adjustive of adaftive function ( fungsi penyesuaian )
2.      The intrgrating function ( fungsi pengintegrasian)
3.      The differentiating funtion ( fungsi perbedaan)
4.      The prapaedatic function ( fungsi persiapan)
5.      The selective function ( fungsi pemilihan)
6.      The diagnostic function ( fungsi diagnostik)

A.      Kurikulum yang pernah Berlaku di Indonesia
Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006 dan sekarang 2013. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.

B.       Telaah Kurikulum SD
1.      Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
KBK merupakan sebuah konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh siswa, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Prinsip Umum Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi
1)      Peningkatan Keimanan, Budi Pekerti Luhur, dan Penghayatan Nilai-nilai Budaya
2)      Keseimbangan Etika, Logika, Estetika dan Kinestetika
3)      Penguatan Integritas Nasional
4)      Perkembangan Pengetahuan dan Teknologi Informasi
5)      Pengembangan Kecakapan Hidup
6)      Pilar Pendidikan
7)      Komprehensif dan Berkesinambungan
8)      Belajar Sepanjang Hayat
9)      Diversifikasi Kurikulum

KBK memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1)      Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa, baik secara individual maupun klasikal.
2)      Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman.
3)      Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
4)      Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsure edukatif.
5)      Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasan atau suatu kompetensi.

Prinsip-prinsip Pembelajaran KBK
1)      Berpusat Kepada Siswa
2)      Belajar dengan Melakukan
3)      Mengembangkan Kemampuan Sosial
4)      Mengembangkan Keingintahuan, Imajinasi.
5)      Mengembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah
6)      Mengembangkan Kreatifitas Siswa
7)      Mengembangkan Kemampuan Menggunakan Ilmu dan Teknologi
8)      Menumbuhkan Kesadaran sebagai Warga Neraga yang Baik
9)      Belajar Sepanjang Hayat

Kelebihan/Keunggulan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sebagai berikut:
1)      Mengembangkan kompetensi-kompetensi peserta didk pada setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada penekanan penguasaan konten mata pelajaran itu sendiri.
2)         KBK bersifat alamiah (konstekstual), karena berangkat berfokus dan bermuara pada hakekat peserta didik untuk mengembangkan berbagai kompetensi sesuai dengan potensinya masing-masing.
3)        Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) boleh jadi mendasari pengembangan kemampuan-kemampuan lain.
4)        Mengembangakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik /siswa (student oriented).
5)      Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dari suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
6)      Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi kemampuannya secara optimal, dibandingkan dengan penilaian yang terfokus pada konten.
7)      Ada bidang-bidang studi atau mata pelajaran tertentu yang dalam pengembangannya lebih tepat menggunakan pendekatan kompetensi, terutama yang berkaitan dengan ketrampilan.

Kelemahan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sebagai berikut:
1)        Dalam kurikulum dan hasil belajar indikator sudah disusun, padahal indikator sebaiknya disusun oleh guru, karena guru yang paling mengetahui tentang kondisi peserta didik dan lingkungan.
2)        Konsep KBK sering mengalami perubahan termasuk pada urutan standar kompetensi dan kompetensi dasar sehingga menyulitkan guru untuk merancang pembelajaran secara berkelanjutan.
3)        Paradigma guru dalam pembelajaran KBK masih seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya yang lebih pada teacher oriented.

Struktur Kurikulum Berbasis Kompetensi pada tingkat SD dan Madrasah Ibtidaiyah
Struktur kurikulum SD dan MI memuat jumlah dan jenis mata pelajaran yang ditempuh dalam satu periode belajar selama 6 tahun mulai kelas 1 sampai dengan kelas VI dengan struktur kurikulum sebagai berikut :
KELAS
ALOKASI WAKTU
I dan II
III s/d VI
A. Mata Pelajaran
Pendidikan Agama




Pendekatan
TEMATIK
3

Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial
5

Bahasa Indonesia
5

Matematika
5

Pengetahuan Alam
4

Kerajinan tangan dan Kesenian
4

Pendidikan Jasmani
4
B.  Pembiasaan
Kegiatan yang mendorong/mendukung pembiasaan
2
C.  Muatan Lokal
Kegiatan atau mata pelajaran
-
JUMLAH
27
32


2.      Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan dengan memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ).
Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut :
1)      Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan,  dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
2)      Beragam dan terpadu.
3)      Tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
4)      Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
5)      Menyeluruh dan berkesinambungan.
6)      Belajar sepanjang hayat.
7)      Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Ciri-ciri Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
1)      KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah, kemampuan peserta didik, sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah.
2)       Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
3)      Guru harus mandiri dan kreatif.
4)      Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran.

Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Adapun kelebihannya adalah sebagai berikut :
1)        Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.
2)        Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
3)        KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa.
4)        KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%.
Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia di samping memiliki kelebihan-kelebihan juga memiliki kelemahan-kelamahannya. Sebagai konsekuansi logis dari penerapan KTSP ini setidak-tidaknya menurut penulis terdapat beberapa kelemahan-kelamahan dalam KTSP maupun penerapannya, di antaranya adalah sebagai berikut:
1)      Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada.
2)      Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP.
3)        Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya, penyusunannya maupun prakteknya di lapangan.
4)        Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berdampak berkurang pendapatan para guru.

Struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam standar isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.
1)      Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
2)      Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3)      Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4)      Kelompok mata pelajaran estetika
5)      Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan Struktur kurikulum  SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun, mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI.

3.    KURIKULUM  2013
Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang melakukan penyederhanaan, dan tematik-integratif, menambah jam pelajaran dan bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran dan diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik.

Ciri-ciri Kurikulum 2013
Kurikumlum 2013 mempunyai ciri dan karakteristik tertentu. Karakteristik dan ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut.
1)      Mewujudkan pendidikan berkarakter.
2)      Menciptakan Pendidikan Berwawasan Lokal Wawasan lokal merupakan satu hal yang sangat penting.
3)      Menciptakan Pendidikan yang ceria dan Bersahabat Pendidikan tidak hanya sebagai media pembelajaran.
Kelebihan Kurikulum 2013
1)   Lebih menekankan pada pendidikan karakter.
2)   Asumsi dari kurikulum 2013 adalah tidak ada perbedaan antara anak desa atau kota.
3)   Merangsang pendidikan siswa dari awal, misalnya melalui jenjang pendidikan anak usia dini.
4)   Kesiapan terletak pada guru.
           Kelemahan Kurikulum 2013
1)   Pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013.
2)   Tidak ada keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013.
3)   Pengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar tidak tepat, karena rumpun ilmu pelajaran-pelajaran tersebut berbeda.
Struktur Kurikulum 2013
Pada Kurikulum 2013 , ada perubahan mendasar dibanding kurikulum sekarang, yaitu antara lain :
1)         Untuk SD, meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 10
        dapat dikurangi menjadi 6 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran:
a)         IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika, dll
b)         IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll
c)             Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
d)             Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran
2)   Untuk SD, menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan proses pembelajaran dan penilaian.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar