Kamis, 11 Desember 2014

Pengakuan Hujan #Part 2




Dua hari setelah pengakuanku dan hujan terluapkan, kini ia tak lagi menyambut pagiku dan menghantar lelapku. Pikirku mungkin kepergiannya akan lebih cepat dari biasanya jika terlambat kuyakinkan hatinya bahwa masih ada cinta untuknya dari hati masing-masing insan, tak mengerti mengapa hujan akhir tahun 2014 ini agak sensitive J ataukah aku salah mengatrikan hujan. Oke, lama kupikirkan setiap tanya yang diteteskannya untukku, tentang cintaku dan rinduku….


Menantimu dalam gersang tidaklah mudah, memikirkanmmu setiap saat dan mengharap hadirmu. Sepertinya memang ada jarak yang digariskan alam untuk kita. Wujud rasa cinta seorang insane terhadap hujan adalah mensyukuri kedatangannya dan tidak menlontarkan keluh atas hujan. Biarkan aku mencintaimu seperti itu, mencintaimu pasti dalam benar. Adapun jika kumenikmati setiap butir tetesanmu itu karena kukagumi indahmu. Menghindari tetesanmu yang jatuh kebumi bukan karena kutak mencintaimu, namun karena aku benar-benar mencintaimu.. Biarkanlah cinta kita tumbuh bersama kedewasaan. 

Dulu sewaktu kecilku kuluapkan rasa cintaku dengan bermain bersamamu di tanah lapang, meski setelahnya akan ada demam menghinggapi, namun tak mengapa asal bahagia kita bisa menciptakan pelangi yang lebih indah dari biasanya. Kini biarkanku mencintaimu dengan cara lain.. Menatapmu dari teduh, mengharapkanmu dan bergembira atas hadirmu… Dan kini lebih sering kusematkan kau dalam penaku. Kukatakan pada dunia bahwa aku mencintaimu.. terlebih cintaku yang teramat sangat kepada penciptamu, pencipta kita, pencipta cinta kita . Allah SWT..
Maka pantaskah kau ragukan cintaku?


Izinkanku mencintaimu dengan cara yang lain…
Jumat berkahku tanpa sambutmu, semoga setelah ini aku bisa menyaksikan tarian hujan yang berdamai dengan angin… ^^


Baca juga pengakuan hujan #part 1 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar