Surat
cinta yang beraromakan kerinduan berjuang bersama, mengulang semangat juang
dimasa lalu namun dengan tujuan yang berbeda.. teruntuk kalian yang berjuang
bersamaku dimasalalu..
Hanya
ingin sedikit bercerita tentang kalian yang tengah tersenyum bangga dihadapan
dunia, kita memang tidak terlalu akrab, namun pernah suatu masa kita saling
berbagi, saling mencari, menyapa dan berjuang bersama. Kini jalan yang kita
pilih tak lagi searah namun saya yakin dan
percaya tujuan kita sama yakni menuju kepuncak kesuksesan. Tapi.. sukses
versi kita masing-masing. Hari ini kembali kukenang kalian meski kalian telah
lupa padaku, tapi setidaknya kalian tidak lupa dengan kenangan kita. Kembali ku menyapa kalian lewat anganku,
mengunjungi rumah-rumah kalian didunia maya hingga ketemukan kejutan-kejutan
kecil yang menghardik hatiku untuk mengenang lebih dalam akan segala kisah yang
telah kita lalui. Kalian terlihat hebat kawan, dulu kita berjuang bersama
diawal tahun 2013, bedanya aku memilih jalan lain dan berpisah arah dengan
kalian. Terlihat sangat menyedihkan kala itu, disamping aku harus kehilangan
mimpiku yang tengah kurintis akupun
harus berjuang melawan perasaanku. Dan kau tahu, sekarang aku baik-baik saja
meski terkadang rasa iri itu ada. Mengapa dunia mengistimewakan kalian dengan
sejuta pujian sedangkan aku tengah sibuk berjuang melawan dunia yang kian
mencekikku.. Rasanya memang tak adil, seolah jalan yang kupilih salah dan
kalian benar, tapi itu dulu saat keimananku tak seteguh sekarang. Kini aku
bangga dengan pilihanku, semua pilihanku.. memilih untuk berpisah arah dengan
kalian dan berjuang sendiri untuk cita-cita baru yang kurintis mulai dari titik
nol, tapi yang membuatku sedih mengapa tak kugenggam erat tanganmu untuk
berjalan searah denganku menuju cita-cita mulia. Kita berjuang bersama di medan
yang mencekik iman, karena aku percaya kita adalah orang-orang hebat yang
tersaring dalam seleksi itu…
Kini
kudapati senyum bahagia diwajah kalian, menceritakan kepada dunia
prestasi-prestasi yang telah diraih, dan juga tentang cinta yang telah kalian
rajut. Seolah sanjungan dari orang lain adalah penghargaan dari dunia untukmu.
Tapi denganku? Dunia terkadang memakiku dan menatap sinis
perjuanganku…Seharusnya aku iri dengan kalian, namun itu jika tak ada keimana n
dalam hati.. Kalian tumbuh menjadi orang-orang hebat, jauh dari yang kuduga.
Sering kali aku berpikir jika saja aku berada diantara kalian dan tidak
memutuskan untuk memilih jalan lain pasti dunia akan mempersembahkan sejuta
pujian untuku. Tapi saya rasa itu adalah hal terbodoh yang kulakukan..
Kini
kita berada dalam medan perjuangan masing-masing. Kalian dengan mimpi kalian
dan sayapun demikian. Namun perlu kalian ketahui, bahwa perjuangan yang paling
indah nan mulia adalah perjuangan dalam dakwah.. ketika kita berjuang untuk
mengembalikan apa yang mesti dikembalikan, menghancurkan apa yang seharusnya
hancur dan memperjuangkan yang mesti diperjuangkan. Itulah alasan mengapa
kupilih jalan ini, sebuah jalan yang tak akan lagi membuatku iri dengan kalian.
Perjuangan dalam mengembalikan kesejahtraan dimuka bumi, kesejahtraanmu juga
kawan, menghancurkan berhala-berhala yang akan menghantarkan kalian dan penduduk
bumi menuju kesesatan yang lebih dalam, dan memperjuangkan yang Allah SWT
janjikan untuk mahluknya..
Tahukah
kalian sebaik-baik pejuang adalah mereka pejuang agama Allah SWT, karena medan
tempurnya adalah melawan dunia yang terselimuti kabut kekufuran dimana para
penghuninya tak lagi sadar akan bahaya kabut itu. Kabut ini bukan kabut biasa
yang akan hilang seiring berjalannya waktu tanpa ada perlawanan, kabut ini bisa
saja menutup mata hati kalian dan terperosok kedalam jurang siksa api neraka,
dan aku tak mau itu terjadi kepada kalian.
Aku
selalu percaya bahwa ketika kita meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh Allah
SWT maka Allah SWT akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik dan sepaket
dengan label halalnya. Aku menyebutnya ukhwuwah dalam perjuangan dakwahku.
Allah SWT menghadiahkanku teman-teman seperjuangan yang tidak kalah gigih
dengan kalian, bukan bermaksud untuk membandingkan namun untuk mencerahkan
dalam ketidakpastian. Perjuangan yang tidak akan membuatku tertunduk lesu di
akhirat nanti karena melakukan suatu aktivitas yang menyita waktu, tenaga dan
pikiranku namun tidak bernilai pahala disisi Allah SWT karena didalamnya
terlalu banyak perlanggaran syariat dan yang diperjuangkan adalah Sesuatu yang
bersifat parsial, tanpa mengetahui apa sebenarnya akar permasalahan dari segala
carut marut dunia ini.
Akar
permasalahannya adalah “SISTEM” kawan. Sebuah sistem/ ideology yang menguasai
dunia dengan polesan yang menjanjikan kesejahtraan namun menghancurkan secara
perlahan. Tentang sistem yang kalian banggakan, begitupun denganku (dulu).
Manakala kita berdiskusi ringan dan sepakat mengagungkan sistem yang sepaket
dengan ideology tersebut, sungguh itu fanatic buta. Kala itu hanya sekedar
menerima terori busuk semata tanpa analisis yang mendalam. Tapi bukankah kita
(dulu) menyematkan diri sebagai makhluk-makhluk kritis? Dan saya yakin karena
kalian telah tumbuh diwadah yang katanya menampung otak-otak kritis pastinya
bisa menalar dan mengkritisi lebih jauh tentang ideology dan sistem yang sempat
kita puja-puja buta. Akh, aku sungguh malu jika mengenang saat-saat itu,
bagaimana bisa kusebut diriku kritis jika permasalahan negara saja akar
permasalahannya masih membebek dengan pendapat pakar-pakar yang ada.. Maka dari
itu kupilih jalan ini untuk memperjuangkan sistem kufur yang menguasai negara
kita. Tapi sebelumnya, kulurkan tanganku untuk kalian dan mari kita berjuang
bersama… Dan pikirkan baik-baik jika memang kalian benar-benar menyematkan diri
sebagai kebanggaan dunia .
Makassar, 8 Maret 2015.
-Ketika dunia menyematkan hari ini
sebagai hari wanita sedunia, ketika disisi lain wanita tertindas dan tereksploitasi
tanpa mereka sadari, maka kukirimkan surat cinta ini untuk kalian untuk
memperjuangan apa yang harus diperjuangkan-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar