Minggu, 08 Maret 2015

Surat Cinta untuk Masa lalu




Surat cinta yang beraromakan kerinduan berjuang bersama, mengulang semangat juang dimasa lalu namun dengan tujuan yang berbeda.. teruntuk kalian yang berjuang bersamaku dimasalalu..
Hanya ingin sedikit bercerita tentang kalian yang tengah tersenyum bangga dihadapan dunia, kita memang tidak terlalu akrab, namun pernah suatu masa kita saling berbagi, saling mencari, menyapa dan berjuang bersama. Kini jalan yang kita pilih tak lagi searah namun saya yakin dan  percaya tujuan kita sama yakni menuju kepuncak kesuksesan. Tapi.. sukses versi kita masing-masing. Hari ini kembali kukenang kalian meski kalian telah lupa padaku, tapi setidaknya kalian tidak lupa dengan kenangan kita.  Kembali ku menyapa kalian lewat anganku, mengunjungi rumah-rumah kalian didunia maya hingga ketemukan kejutan-kejutan kecil yang menghardik hatiku untuk mengenang lebih dalam akan segala kisah yang telah kita lalui. Kalian terlihat hebat kawan, dulu kita berjuang bersama diawal tahun 2013, bedanya aku memilih jalan lain dan berpisah arah dengan kalian. Terlihat sangat menyedihkan kala itu, disamping aku harus kehilangan mimpiku yang tengah kurintis  akupun harus berjuang melawan perasaanku. Dan kau tahu, sekarang aku baik-baik saja meski terkadang rasa iri itu ada. Mengapa dunia mengistimewakan kalian dengan sejuta pujian sedangkan aku tengah sibuk berjuang melawan dunia yang kian mencekikku.. Rasanya memang tak adil, seolah jalan yang kupilih salah dan kalian benar, tapi itu dulu saat keimananku tak seteguh sekarang. Kini aku bangga dengan pilihanku, semua pilihanku.. memilih untuk berpisah arah dengan kalian dan berjuang sendiri untuk cita-cita baru yang kurintis mulai dari titik nol, tapi yang membuatku sedih mengapa tak kugenggam erat tanganmu untuk berjalan searah denganku menuju cita-cita mulia. Kita berjuang bersama di medan yang mencekik iman, karena aku percaya kita adalah orang-orang hebat yang tersaring dalam seleksi itu…
Kini kudapati senyum bahagia diwajah kalian, menceritakan kepada dunia prestasi-prestasi yang telah diraih, dan juga tentang cinta yang telah kalian rajut. Seolah sanjungan dari orang lain adalah penghargaan dari dunia untukmu. Tapi denganku? Dunia terkadang memakiku dan menatap sinis perjuanganku…Seharusnya aku iri dengan kalian, namun itu jika tak ada keimana n dalam hati.. Kalian tumbuh menjadi orang-orang hebat, jauh dari yang kuduga. Sering kali aku berpikir jika saja aku berada diantara kalian dan tidak memutuskan untuk memilih jalan lain pasti dunia akan mempersembahkan sejuta pujian untuku. Tapi saya rasa itu adalah hal terbodoh yang kulakukan..
Kini kita berada dalam medan perjuangan masing-masing. Kalian dengan mimpi kalian dan sayapun demikian. Namun perlu kalian ketahui, bahwa perjuangan yang paling indah nan mulia adalah perjuangan dalam dakwah.. ketika kita berjuang untuk mengembalikan apa yang mesti dikembalikan, menghancurkan apa yang seharusnya hancur dan memperjuangkan yang mesti diperjuangkan. Itulah alasan mengapa kupilih jalan ini, sebuah jalan yang tak akan lagi membuatku iri dengan kalian. Perjuangan dalam mengembalikan kesejahtraan dimuka bumi, kesejahtraanmu juga kawan, menghancurkan berhala-berhala yang akan menghantarkan kalian dan penduduk bumi menuju kesesatan yang lebih dalam, dan memperjuangkan yang Allah SWT janjikan untuk mahluknya..
Tahukah kalian sebaik-baik pejuang adalah mereka pejuang agama Allah SWT, karena medan tempurnya adalah melawan dunia yang terselimuti kabut kekufuran dimana para penghuninya tak lagi sadar akan bahaya kabut itu. Kabut ini bukan kabut biasa yang akan hilang seiring berjalannya waktu tanpa ada perlawanan, kabut ini bisa saja menutup mata hati kalian dan terperosok kedalam jurang siksa api neraka, dan aku tak mau itu terjadi kepada kalian.
Aku selalu percaya bahwa ketika kita meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT maka Allah SWT akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik dan sepaket dengan label halalnya. Aku menyebutnya ukhwuwah dalam perjuangan dakwahku. Allah SWT menghadiahkanku teman-teman seperjuangan yang tidak kalah gigih dengan kalian, bukan bermaksud untuk membandingkan namun untuk mencerahkan dalam ketidakpastian. Perjuangan yang tidak akan membuatku tertunduk lesu di akhirat nanti karena melakukan suatu aktivitas yang menyita waktu, tenaga dan pikiranku namun tidak bernilai pahala disisi Allah SWT karena didalamnya terlalu banyak perlanggaran syariat dan yang diperjuangkan adalah Sesuatu yang bersifat parsial, tanpa mengetahui apa sebenarnya akar permasalahan dari segala carut marut dunia ini.
Akar permasalahannya adalah “SISTEM” kawan. Sebuah sistem/ ideology yang menguasai dunia dengan polesan yang menjanjikan kesejahtraan namun menghancurkan secara perlahan. Tentang sistem yang kalian banggakan, begitupun denganku (dulu). Manakala kita berdiskusi ringan dan sepakat mengagungkan sistem yang sepaket dengan ideology tersebut, sungguh itu fanatic buta. Kala itu hanya sekedar menerima terori busuk semata tanpa analisis yang mendalam. Tapi bukankah kita (dulu) menyematkan diri sebagai makhluk-makhluk kritis? Dan saya yakin karena kalian telah tumbuh diwadah yang katanya menampung otak-otak kritis pastinya bisa menalar dan mengkritisi lebih jauh tentang ideology dan sistem yang sempat kita puja-puja buta. Akh, aku sungguh malu jika mengenang saat-saat itu, bagaimana bisa kusebut diriku kritis jika permasalahan negara saja akar permasalahannya masih membebek dengan pendapat pakar-pakar yang ada.. Maka dari itu kupilih jalan ini untuk memperjuangkan sistem kufur yang menguasai negara kita. Tapi sebelumnya, kulurkan tanganku untuk kalian dan mari kita berjuang bersama… Dan pikirkan baik-baik jika memang kalian benar-benar menyematkan diri sebagai kebanggaan dunia .
Makassar, 8 Maret 2015.
-Ketika dunia menyematkan hari ini sebagai hari wanita sedunia, ketika disisi lain wanita tertindas dan tereksploitasi tanpa mereka sadari, maka kukirimkan surat cinta ini untuk kalian untuk memperjuangan apa yang harus diperjuangkan-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar