Rabu, 10 Desember 2014

Pe cibir


Bismillah… teruntuk yang tengah terselimuti gundah, kecewa dan kesah yang tak terluapkan dalam nyata, maka terungkap dalam maya untuk menuju sebuah kenyataan, dialah hatiku yang memikul beban yang tersekat rasa terkokoh iman….

Pemandangan miris menghinggapi indraku hari ini, meski hujan datang dan pergi sesukanya namun hadirnya tetap sama meski keluh terucap kala kunjungannya dalam aktivitas penduduk bumi. Rasaku pun sama ia datang meski tak pernah pergi, ia adalah rasa muak terhadap kondisi yang membutakan iman seorang insane..

Tepat hari ini, sejak kutuliskan keluh dilayar (13:22 WITA) serasa ingin kuluapkan pada dunia bahwa aku benci dia ! Terlebih pada diriku sendiri yang tak mampu menemukan celah untuk menerangi hatinya.

Teruntuknya seorang wanita (sebaya) yang menghilang malunya. Mencibir sesuatu yang agung, syariat agamanya.  Jika sebuah kata yang terucap dari lisan seorang seperti tak mampu membuka fikiranmu, maka sepertinya aku harus membawakan cermin besar seukuran tubuhmu, berdirilah tegak dihadapannya dan tanyakan pada bayangan (kembali). Istimewakah diriku? Lebih baikkah diriku daripada dirinya sehingga cibiran kulayangkan padanya? Tidak toh ? *Silahkan berbincang dengan bayangan. Gila? Saya rasa anda sudah hilang akal dalam mencibir syariat pencipta dan bangga terhadap maksiatmu ! Camkan!!!!!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar