Bismillah…
teruntuk yang tengah terselimuti gundah, kecewa dan kesah yang tak terluapkan
dalam nyata, maka terungkap dalam maya untuk menuju sebuah kenyataan, dialah
hatiku yang memikul beban yang tersekat rasa terkokoh iman….
Pemandangan
miris menghinggapi indraku hari ini, meski hujan datang dan pergi sesukanya
namun hadirnya tetap sama meski keluh terucap kala kunjungannya dalam aktivitas
penduduk bumi. Rasaku pun sama ia datang meski tak pernah pergi, ia adalah rasa
muak terhadap kondisi yang membutakan iman seorang insane..
Tepat
hari ini, sejak kutuliskan keluh dilayar (13:22 WITA) serasa ingin kuluapkan
pada dunia bahwa aku benci dia ! Terlebih pada diriku sendiri yang tak mampu
menemukan celah untuk menerangi hatinya.
Teruntuknya
seorang wanita (sebaya) yang menghilang malunya. Mencibir sesuatu yang agung,
syariat agamanya. Jika sebuah kata yang
terucap dari lisan seorang seperti tak mampu membuka fikiranmu, maka sepertinya
aku harus membawakan cermin besar seukuran tubuhmu, berdirilah tegak
dihadapannya dan tanyakan pada bayangan (kembali). Istimewakah diriku? Lebih
baikkah diriku daripada dirinya sehingga cibiran kulayangkan padanya? Tidak toh
? *Silahkan berbincang dengan bayangan. Gila? Saya rasa anda sudah hilang akal
dalam mencibir syariat pencipta dan bangga terhadap maksiatmu ! Camkan!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar