Kampung Halaman, 18 Desember 2015
Istrahat
pada arti umum adalah berhenti sejenak dalam melakukan aktivitas. Ketika lelah
menulis, belajar, bekerja maka istrahat merupakan hal yang lumrah. Bahkan
dianjurkan untuk kesehatan. Namun dalam konteks pergerakan dakwah kata istrahat
sebaiknya jangan dilakukan, sebab apa arti pejuang jika ia beristrahat dari
perjuangannya. Namun bukan berarti kita harus berjuang siang dan malam tanpa
henti, tak mengenal makan, tidur dan segala hal. Istrahat dalam arti yang
dipersempit dalam tulisan ini adalah istrahat dari dakwah, yakni tidak
melakukan aktivitas dakwah dalam kurung waktu tertentu. Bisa dikatakan cuti
dakwah. Kedengarannya aneh yah, namun cuti semacam ini banyak dilakukan oleh
para pegiat pergerakan dakwah dan ternyata itu merupakan sebuah kesalahan yang
sangat fatal bagi pergerakan dakwah.
Mengapa?
Pada hakikatnya, dakwah itu harus kapan saja dan dimana saja. Kewajiban untuk
menyeru kepada kebaikan kala dihadapkan kepada kemaksiatan dan mencegah
kemungkaran kapanpun kita bertemu denganya, namun apa yang terjadi jika cuti/
istrahat dari dakwah itu terjadi? Jelas, dosa akan terus mengalir. Bukan hanya
itu gaes, tapi istrahat dalam melakukan aktivitas dakwah justru membuat
pergerakan dakwah kita sendiri tidak segencar dulu, semenggebu-gebu dulu bahkan
bisa jadi kita sendiri yang terwarnai oleh kemaksiatan yang mungkin dulu ada
disekitar kita namun tidak pernah kita cegah atau minimal menyeru kepada
kebaikan, namun bisa jadi kita ikut andil dalam kemaksiatan tersebut. Sungguh
besar manfaat dakwah dalam melindungi kita dari berbag macam hal yang dapat
menjerumuskan, disamping kita mendapatkan pahala kita juga bisa terhindar dari
kemaksiatan dan terbiasa dalam kebaikan.
So, gaes.. tidak ada
kata berhenti dalam dakwah, istrahat dalam berdakwah bahkan mengambil cuti
untuk berdakwah. Sebab untuk konteks dakwah sendiri sama halnya dengan bernafas
yang tidak ada kata istrahat. Tanamkan dalam diri kita bahwa, kita mati jika
istrahat bernafas dan pergerakan dakwah kita mati jika istrahat dalam dakwah.
Ketahuilah, bahwa sebaik-baik tempat peristrahatan adalah kematian. Jangan
berhenti berdakwah hingga kematian mengistrahatkamu dari dakwah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar