Senin, 22 Februari 2016

Sakura Dakwah


Aku belajar tentang pengorbanan, meresapi arti ketulusan, menikmati kerasnya perjuangan, merasakan kuatnya ikatan akidah yang menjadi penyempurna metamorfosis hidupku. Tertanam cinta dalam diri yang kini bermekaran dengan siraman ukhuwah, aromanya mengisyaratkan rindu akan Jannah-Nya. Adalah sakuraku yang indah warnanya selalu kukagumi. Namun, tak menunggu tiba musim semi ia bermekaran, sebab batang dan akarnya adalah semangat dan keimanan. Aku bercerita tentang kalian para pejuang revolusi. Kembang Revolusi LDK Fosdik Al-Umdah UNM...

Teruslah bermekaran sakuraku, tanpa menunggu datangnya musim. Bergeraklah kapan saja. Jika tidak, roda akan berhenti, tongkat estafet akan jatuh ke tanah. Kita kalah telak dengan arus kampus. Setelahnya, akan tinggal kenangan.


Teruntuk diri..

2016. Kita harus bangkit melawan pengacau dalam diri. Malas, menunda-nunda, acuh, ragu, tidak enakan, takut kepada selain Allah SWT. Sebab, ketika pengacau kecil dalam diri saja tak mampu dibasmi... bagaimana bisa  melawan berhala moderen yang terkutuk! Meneriakkan revolusi? Omong kosong! Jika diri saja tak mampu kita merdekakan dari para penjajah dalam diri yang menjadi kerikil bahkan jurang tanpa jembatan bagi gerak dakwah. 2016, tidak ada toleransi lagi ! catet!!!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar