Jumat, 08 Januari 2016

Tamu dari Masa lalu



  Diam-diam cemburu yang tak wajar datang menyerbu rasa. Melihat kebersamaannya adalah impian yang telah kusingkirkan kala hijrahku, sejak itu kuberhasil membuangnya jauuuuh ketepi angan. Namun, aku lupa bahwa impian itu bisa merangkak kembali ke hidupku. Tapi  merangkak bahkan tak semudah itu. Benar saja,  ia kembali berlabuh dalam samudra hidupku dengan menggandeng tangan seseorang yang mewujudkannya menjadi kenyataan.  

Image result for Malam Sunyi 
Mereka terlihat baik bersama. Untukmu.. seseorang yang telah berhasil mencuri impianku dan mewujudkannya menjadi kenyataan dalam hidupnya, kuucapkan selamat. Saya bahkan tidak sepenuhnya menyesal, sebab saya punya cara lain mewujudkan impian yang baru. Hampir mirip dengan impian yang dulu kubuang jauh ketepian, tapi  ini kupastikan akan lebih baik sebab berkah. Mengapa? Sebab jalan yang kupilih adalah yang semestinya. 

Berkali-kali kuyakinkan pada diriku untuk tidak menyesal, cemburu, bahkan ingin kembali. Kau tahu bahkan tak cukup 1 jam aku bisa berhasil memusnahkan sihir-sihir yang bisa membunuh imanku, menggoyahkan benteng keistoqamahan yang tlah susah payah kubangun. Aku yakin, Allah SWT menyaksikannya dan keadilan untukku.
Untukmu impian yang kubuang dulu.. “Aku baik-baik saja!”

Makassar, Malam yang semakin larut pekatnya 8 Januari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar