Diam-diam
cemburu yang tak wajar datang menyerbu rasa. Melihat kebersamaannya adalah
impian yang telah kusingkirkan kala hijrahku, sejak itu kuberhasil membuangnya
jauuuuh ketepi angan. Namun, aku lupa bahwa impian itu bisa merangkak kembali
ke hidupku. Tapi merangkak bahkan tak
semudah itu. Benar saja, ia kembali
berlabuh dalam samudra hidupku dengan menggandeng tangan seseorang yang mewujudkannya
menjadi kenyataan.
Mereka
terlihat baik bersama. Untukmu.. seseorang yang telah berhasil mencuri impianku
dan mewujudkannya menjadi kenyataan dalam hidupnya, kuucapkan selamat. Saya
bahkan tidak sepenuhnya menyesal, sebab saya punya cara lain mewujudkan impian
yang baru. Hampir mirip dengan impian yang dulu kubuang jauh ketepian, tapi ini kupastikan akan lebih baik sebab berkah. Mengapa? Sebab jalan yang
kupilih adalah yang semestinya.
Berkali-kali
kuyakinkan pada diriku untuk tidak menyesal, cemburu, bahkan ingin kembali. Kau
tahu bahkan tak cukup 1 jam aku bisa berhasil memusnahkan sihir-sihir yang bisa
membunuh imanku, menggoyahkan benteng keistoqamahan yang tlah susah payah
kubangun. Aku yakin, Allah SWT menyaksikannya dan keadilan untukku.
Untukmu
impian yang kubuang dulu.. “Aku baik-baik saja!”
Makassar, Malam
yang semakin larut pekatnya 8 Januari 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar