Kita tidak mungkin buta dengan
keadaan yang tengah melanda dunia pendidikan tanah air yang terbukti gagal
menciptakan manusia yang berkualitas. Mafia-mafia pasar hingga mafia politik
sebagian besar adalah produk pendidikan Indonesia. Biaya pendidikan yang
selangit bahkan tak mampu menciptakan generasi yang unggul apalagi dengan
pendidikan gratis, yang merupakan program andalan pemerintah. Berbagai macam
program yang di canangkan oleh pemerintah demi menambal sulam permasalahan
pendidikan, mulai dari pengadaan SM3T, Sertifikasi guru, Pendidikan gratis,
Bantuan Operasional Sekolah hingga pergantian kurikulum. Tak ketinggalan
program-program perbaikan pendidikan dilakukan oleh segelintir mahasiswa. Namun
sejauh ini, kembali kita bertanya “Apa kabar pendidikan Indonesia?” Bukan pesimis, namun kita harus keluar
dari belenggu solusi parsial yang selama ini digencarkan.
Hal utama yang diabaikan oleh banyak
orang dan yang menjadi akar permasalahan pendidikan adalah sistem pendidikan
saat ini yang sarat dengan aroma sekuler. Pendidikan karakter yang ditekankan
oleh pemerintah justru tidak sejalan dengan perlakuannya. Sumber karakter yang
mulia adalah alqur’an namun di era sekuler yang semakin edan ini pendidikan pun
tidak ketinggalan meruncingkan kesekulerannya dengan tidak mengaitkan mata
pelajaran apapun dengan agama.
Maka jangan heran karakter yang
muncul adalah karakter pemberontak dan rusak akhlaknya, terlebih karena
pengaruh lingkungan yang tidak lagi mengindahkan nilai-nilai agama. Selain itu,
pendidikan Indonesia juga terkesan materialistik, dimana keberhasilan suatu
pendidikan dilihat dari materi yang diperoleh dan memungkiri hal-hal yang
bersifat non materi. Bahwa pendidikan
haruslah dapat mengembalikan investasi yang telah ditanamkan oleh orang tua
siswa yakni berupa jabatan, gelar sarjana ataupun kekayaan.
Kita punya Islam sebagai solusi
setiap permasalahan termasuk dalam bidang pendidikan. Sistem pendidikan Islam
tidak mengenal pemisahan urusan agama dengan dunia dan juga menganggap bahwa
segala aktivitas di dunia adalah wujud ibadah kepada sang pencipta termasuk
dalam menuntut ilmu. Hingga jangan heran ketika sistem pendidikan Islam
diterapkan oleh negara Islam dahulu justru melahirkan ilmuan-ilmuan ternama
yang telah menjadi rujukan para ilmuan barat saat ini.
Selain itu, sistem pendidikan Islam
tidak dapat diterapkan di lembah demokrasi yang jelas-jelas berasaskan
kesekuleran. Sistem pendidikan Islam mesti ditopan dengan sistem ekonomi dan
politik Islam dan semua itu dapat terwujud dengan adanya sebuah negara, yakni Daulah Khilafah Islamiyah.
Note : Dimuat pada Mading Al-Insan LDK FOSDIK AL-UMDAH UNM Edisi Mei, Tema : Pendidikan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar