Sabtu, 06 Juni 2015

Apa Kabar Pendidikan Indonesia?




Kita tidak mungkin buta dengan keadaan yang tengah melanda dunia pendidikan tanah air yang terbukti gagal menciptakan manusia yang berkualitas. Mafia-mafia pasar hingga mafia politik sebagian besar adalah produk pendidikan Indonesia. Biaya pendidikan yang selangit bahkan tak mampu menciptakan generasi yang unggul apalagi dengan pendidikan gratis, yang merupakan program andalan pemerintah. Berbagai macam program yang di canangkan oleh pemerintah demi menambal sulam permasalahan pendidikan, mulai dari pengadaan SM3T, Sertifikasi guru, Pendidikan gratis, Bantuan Operasional Sekolah hingga pergantian kurikulum. Tak ketinggalan program-program perbaikan pendidikan dilakukan oleh segelintir mahasiswa. Namun sejauh ini, kembali kita bertanya “Apa kabar pendidikan Indonesia?”  Bukan pesimis, namun kita harus keluar dari belenggu solusi parsial yang selama ini digencarkan.
Hal utama yang diabaikan oleh banyak orang dan yang menjadi akar permasalahan pendidikan adalah sistem pendidikan saat ini yang sarat dengan aroma sekuler. Pendidikan karakter yang ditekankan oleh pemerintah justru tidak sejalan dengan perlakuannya. Sumber karakter yang mulia adalah alqur’an namun di era sekuler yang semakin edan ini pendidikan pun tidak ketinggalan meruncingkan kesekulerannya dengan tidak mengaitkan mata pelajaran apapun dengan agama.
 
Maka jangan heran karakter yang muncul adalah karakter pemberontak dan rusak akhlaknya, terlebih karena pengaruh lingkungan yang tidak lagi mengindahkan nilai-nilai agama. Selain itu, pendidikan Indonesia juga terkesan materialistik, dimana keberhasilan suatu pendidikan dilihat dari materi yang diperoleh dan memungkiri hal-hal yang bersifat non materi.  Bahwa pendidikan haruslah dapat mengembalikan investasi yang telah ditanamkan oleh orang tua siswa yakni berupa jabatan, gelar sarjana ataupun kekayaan.
Kita punya Islam sebagai solusi setiap permasalahan termasuk dalam bidang pendidikan. Sistem pendidikan Islam tidak mengenal pemisahan urusan agama dengan dunia dan juga menganggap bahwa segala aktivitas di dunia adalah wujud ibadah kepada sang pencipta termasuk dalam menuntut ilmu. Hingga jangan heran ketika sistem pendidikan Islam diterapkan oleh negara Islam dahulu justru melahirkan ilmuan-ilmuan ternama yang telah menjadi rujukan para ilmuan barat saat ini.
Selain itu, sistem pendidikan Islam tidak dapat diterapkan di lembah demokrasi yang jelas-jelas berasaskan kesekuleran. Sistem pendidikan Islam mesti ditopan dengan sistem ekonomi dan politik Islam dan semua itu dapat terwujud dengan adanya sebuah negara, yakni Daulah Khilafah Islamiyah.

Note : Dimuat pada Mading Al-Insan LDK FOSDIK AL-UMDAH UNM Edisi Mei, Tema : Pendidikan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar