Terima kasih karena
kecewa.
Aku hanya ingin
mengikat kekecewaanmu bersama penyesalanku. Erat, dengan penaku. Kisah ini
terlalu pedih jika teringat namun sayang untuk diabaikan. Maka kuabadikan saja
sebagai pembelajaran diwaktu bimbang itu datang menghampiri hati yang
pertahanan imannya kian hari semakin menipis saja.. Ia tengah terkikis oleh
kenikmatan dan kesenangan dunia sesaat. Bersama ikatan ini aku harap tidak ada
lagi kisah yang sama atau serupa. Aminnn..
Maaf karena telah
membuatmu kecewa saudariku, terlebih maafku kepadaMu dzat yang jiwaku ada
ditanganNya. Lalai adalah sifat yang manusiawi terlebih karena aku seorang
manusia namun rasanya mengingat bahwa diriku adalah seorang yang tengah giatnya
mengkaji Islam dan telah pula menyematkan diriku sebagai seorang pengemban
dakwah maka tidak semestinya aktivitas itu dilakukan olehku. Namun ditengah
pergejolakan batin karena ada sesal yang menyesakkan dada aku hanya bisa
mengucapkan maaf, namun jika maafku enggan untuk diterima maka aku bisa apa?
Hanya teringat akan
sesuatu setelah penyesalan itu tengah hinggap dalam hati, bahwa kemaksiatan
yang dilakukan oleh salah seorang anggota dalam kelompok dakwah akan
memengaruhi gerak dakwah anggota lain. Bisa jadi yang diperjuangkan oleh
kelompok tersebut tidak dapat terwujud karena kemaksiatan dari salah seorang
anggotanya dan aku tidak ingin itu terjadi.. Karena aku. Oh
diriku, bangkitlah !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar