Selasa, 08 Juli 2014

Penggalan kisah #3


Aku tengah membiarkan rasa itu menari bebas dalam khayalku, dan sepertinya itu adalah sebuah kenyataan yang tidak akan bisa terwujud karena sebuah tali yang mengikatku erat tanpa ruang untuk mengelak.
Aku ingin melepaskan rasa ini, namun ini telah terlanjur bersarang dalam jiwa yang dulunya gersang akan sebuah kisah yang indah terukir dalam sejarah hidupku. Setelah sekian lama rasa itu muncul bersamaan dengan dilema yang menghampiri. Galau dilematis, aku sering menyebutnya demikian. Aku masih ingat jelas rasa ini terakhir datang setahun yang lalu. Ia datang dengan manisnya dan pergi dengan sejuta tanya yang jawabannya telah tersirat.
Oh rasa ini sungguh menyiksa, sangat. Bagaimana kau menghadirkan rasa itu setelah sekian lama aku menghindarinya. Bagaimana bisa orang itu adalah kamu yang tak kuharapkan. Bagaimana wahai diriku?? Perasaanku aku bingung menatamu…Kubiarkan saja berantakan. Tapi takkan lama, tenang saja !
                                                                                    ***
Belum puas dengan luapan rasa itu….. Aku masih ingin mengisahkannya dengan penaku. Hadirnya bagai semangat baru dalam hidupku, ceria dalam hariku. Tatapan teduh penuh kasih sayang itu, bagaimana bisa aku melupakannya? Bersamanya beberapa hari ini sangat menyenangkan, damai terasa. Bagaimana dia bisa menghadirkan pelangi baru dalam hidupku yang sebelumnya tak ada hujan. Selama ini baik-baik saja. Terima kasih untuk hati yang tak karuan karenamu. Aku masih ingat dengan jelas kapan terkahir rasa ini menghampiri.

Makassar, 23 June 2014/ 20:15 Wita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar