Aku tengah membiarkan rasa itu
menari bebas dalam khayalku, dan sepertinya itu adalah sebuah kenyataan yang
tidak akan bisa terwujud karena sebuah tali yang mengikatku erat tanpa ruang
untuk mengelak.
Aku
ingin melepaskan rasa ini, namun ini telah terlanjur bersarang dalam jiwa yang
dulunya gersang akan sebuah kisah yang indah terukir dalam sejarah hidupku.
Setelah sekian lama rasa itu muncul bersamaan dengan dilema yang menghampiri.
Galau dilematis, aku sering menyebutnya demikian. Aku masih ingat jelas rasa
ini terakhir datang setahun yang lalu. Ia datang dengan manisnya dan pergi
dengan sejuta tanya yang jawabannya telah tersirat.
Oh
rasa ini sungguh menyiksa, sangat. Bagaimana kau menghadirkan rasa itu setelah
sekian lama aku menghindarinya. Bagaimana bisa orang itu adalah kamu yang tak
kuharapkan. Bagaimana wahai diriku?? Perasaanku aku bingung menatamu…Kubiarkan
saja berantakan. Tapi takkan lama, tenang saja !
***
Belum
puas dengan luapan rasa itu….. Aku masih ingin mengisahkannya dengan penaku.
Hadirnya bagai semangat baru dalam hidupku, ceria dalam hariku. Tatapan teduh
penuh kasih sayang itu, bagaimana bisa aku melupakannya? Bersamanya beberapa
hari ini sangat menyenangkan, damai terasa. Bagaimana dia bisa menghadirkan
pelangi baru dalam hidupku yang sebelumnya tak ada hujan. Selama ini baik-baik
saja. Terima kasih untuk hati yang tak karuan karenamu. Aku masih ingat dengan
jelas kapan terkahir rasa ini menghampiri.
Makassar, 23 June 2014/ 20:15 Wita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar