Aku ingin bersua bersama dingin
pagi hari ini, bersamanya menenangkan jiwa…
Sepertinya
aku telah berhasil membuang jauh rasa itu, butuh waktu semalam saja untuk
menakhlukkan rasa yang tak wajar bersemayang terlalu lama dalam hati.. Kembali aku menatap deretan kata yang ia
sematkan padaku.. Namun bagiku biasaa aja…
Terakhir
aku pernah berkata padanya bahwa aku mencintai hujan. Aku suka hujan, namun ia
hanya tertawa kecil menatapku teduh.. “Mengapa? Karena hujan romantis kan?”
balasnya meledek.
“Tidak,
buka begitu..” singkatku.
Hanya
berbalik padaku dan mengerutkan kening. Ekspresi wajah yang kurindukan selama
ini darinya. Bagaimana bisa ia membuatku tertawa selepas ini.
“Ada
kalanya aku menginginkan waktu berhenti, menikmati suasana kala itu. Rasanya
tidak mungkin, aku sadar itu. Tapi… hujan telah mewujudkan inginku mustahilku” jawabku dengan pandangan mata
kosong.
Ia
berusaha menerawan maksud dari kalimat yang kuucapkan. Menatapku diam.
“Apa
kau tak ingat, sore itu kita dipertemukan oleh hujan yang berhasil menjebak
kita berjam-jam ditoko kecil samping kampus. Itu menyenangkan, dan hujan telah
menghentikan waktu kala itu. Waktu untuk kita berdua berpisah. Hal yang tak
kuinginkan sampai saat ini”
Teruntuk
seseorang yang telah mengisi hariku beberapa tahun yang lalu. Saat kau membaca
tulisan diatas mungkin kau tahu mengapa sampai sekarang aku menyukai hujan.
Bukan karena aku masih menyimpan rasa terhadapmu. Namun…. Hujan kerap kali
menghentikan waktu disaat kuingin. Bukan karena mengingatmu !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar