Selasa, 08 Juli 2014

Penggalan cerita #2


Aku ingin bersua bersama dingin pagi hari ini, bersamanya menenangkan jiwa…
Sepertinya aku telah berhasil membuang jauh rasa itu, butuh waktu semalam saja untuk menakhlukkan rasa yang tak wajar bersemayang terlalu lama dalam hati..  Kembali aku menatap deretan kata yang ia sematkan padaku.. Namun bagiku biasaa aja…
Terakhir aku pernah berkata padanya bahwa aku mencintai hujan. Aku suka hujan, namun ia hanya tertawa kecil menatapku teduh.. “Mengapa? Karena hujan romantis kan?” balasnya meledek.
“Tidak, buka begitu..” singkatku.
Hanya berbalik padaku dan mengerutkan kening. Ekspresi wajah yang kurindukan selama ini darinya. Bagaimana bisa ia membuatku tertawa selepas ini.
“Ada kalanya aku menginginkan waktu berhenti, menikmati suasana kala itu. Rasanya tidak mungkin, aku sadar itu. Tapi… hujan telah mewujudkan inginku  mustahilku” jawabku dengan pandangan mata kosong.
Ia berusaha menerawan maksud dari kalimat yang kuucapkan. Menatapku diam.
“Apa kau tak ingat, sore itu kita dipertemukan oleh hujan yang berhasil menjebak kita berjam-jam ditoko kecil samping kampus. Itu menyenangkan, dan hujan telah menghentikan waktu kala itu. Waktu untuk kita berdua berpisah. Hal yang tak kuinginkan sampai saat ini”
Teruntuk seseorang yang telah mengisi hariku beberapa tahun yang lalu. Saat kau membaca tulisan diatas mungkin kau tahu mengapa sampai sekarang aku menyukai hujan. Bukan karena aku masih menyimpan rasa terhadapmu. Namun…. Hujan kerap kali menghentikan waktu disaat kuingin. Bukan karena mengingatmu !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar