Setelah
sekian lama kembali rasa itu menyapa dengan cara yang berbeda, pikirku mengapa
begitu mudah menerobos celah benteng taqwa yang susah payah kubangun sedari
dulu. Aku butuh sesuatu untuk mengusirnya dengan sopan hingga ia kembali dengan
cara yang pasti berbeda, sensasi yang berbeda dan penyempurna rasa. Malam ini
kuluapkan segala kecewa pada diri yang senantiasa kubentengi dengan sesuatu
yang agung selama ini tapi hanya dalam hitungan detik rasanya celah kecil itu
mampu diterobosnya dengan mudah. Ya Rabb… Andai tak cukup ini dengan kata maaf,
maka maafkanlah hambamu yang sekiranya tengah bertarung melawan rasa yang cukup
menyiksa ini. Kuatkan hamba, dan jangan engkau membiarkan benteng itu rubuh
bersama hati yang menikmati kesenangan semu. Maafkanlah jiwa futur ini. 
Makassar,
23 May 2014 22:47 WITA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar