Bayangkan
saja lagunya Fatin yang “Dia dia dia” mengalun merdu di ruang terdalam anda. Hati. Seperti saat ini, saat kumulai
meramu kata untuk mengungkapkan rasa dengan soundtrack lagu tersebut. “Dia dia
dia telah mencuri hatiku…”
Aku telah
lama mengenalnya, dan sepertinya kau memang ditakdirkan untuknya atau dia yang
ditakdirkan untukku? Entah. Yang kita ditakdirkan bersama. Bersama dalam sebuah
ikatan yang indah. Aku terlahir didunia untuknya, dan ia mempersembahkan dunia
ini untukku, untukku berpijak dan mengenal arti mencintai. Hingga akhirnya aku
merasakan cinta yang tak semu itu di umur seperlima abadku. 20 tahun bahagiaku. Ia mengajariku arti hidup
yang tak sia, hingga aku lebih sering bersua dengannya disujud sepertiga
malamku. Indah sekali berikhtilat dengannya. Aku tak mungkin membagi sesuatu
yang tak pantas kubagi. Cinta. Seorang pujangga berkata tak ada cinta yang
sempurna, tapi itu tak berlaku bagiku setelah mengenalMu sepenuhnya. Kukatakan
jika cintaku padaNya sempurna. Hingga engkau mengajarkanku untuk mencintai
sesuatu karenaMu, meski terasa terlalu berat untuk itu. Namun bisyarahMu
sungguh kuat meruntuhkan pertahananku untuk menolak, dan kini aku benar-benar
jatuh dalam dekapan rasa yang agung.
Kini aku bisa mencintai yang lain karenaMu.
Sebenarnya
tidak ada lagu romance yang bisa mewakili segenap rasa yang kita emban bersama.
Meski sebenarnya aku sadar bahwa bukan hanya aku yang engkau cinta. Aku tahu
dengan sangat engkau membagi cinta kebanyak insan, tapi tak mengapa cintaMu
padaku sudah aku rasa lebih dari kata cukup. MencintaiMu menyenangkan.
MencintaiMu adalah sesuatu yang harus dan tak bisa kutolak, karena sebuah
pesona yang tertuang dalam surat cinta yang kau tuangkan dalam setiap lembaran
suci kepadaku, meski tak hanya untukku. Aku dan cinta lainMu kerap kali membaca
isi surat cinta yang menambah kadar kecintaanku padamu. Ah, mana mungkin aku
bisa berpaling untuk cinta yang lain jika pesonamu saja sanggup menimbun
dalam-dalam sebuah niat untuk mendua.
MencintaiMu
menyenangkan, menyelamatkan, indah, mengajarkan arti berbagi, mencintaiMu
adalah kewajibanku. Allah SWT….
Ah, mana
mungkin aku berpaling dan membagi cintaku hanya kepada seorang mahluk :D
Dan kini aku sadar, lagu yang
menjadi soundtrack ungkapan cinta yang diukir penaku tersebut tak mampu
mewakili ungkapan perasaanku yang sebenarnya….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar