Rabu, 30 April 2014

My First Love



Bayangkan saja lagunya Fatin yang “Dia dia dia” mengalun merdu di ruang  terdalam  anda. Hati. Seperti saat ini, saat kumulai meramu kata untuk mengungkapkan rasa dengan soundtrack lagu tersebut. “Dia dia dia telah mencuri hatiku…”
Aku telah lama mengenalnya, dan sepertinya kau memang ditakdirkan untuknya atau dia yang ditakdirkan untukku? Entah. Yang kita ditakdirkan bersama. Bersama dalam sebuah ikatan yang indah. Aku terlahir didunia untuknya, dan ia mempersembahkan dunia ini untukku, untukku berpijak dan mengenal arti mencintai. Hingga akhirnya aku merasakan cinta yang tak semu itu di umur seperlima abadku.  20 tahun bahagiaku. Ia mengajariku arti hidup yang tak sia, hingga aku lebih sering bersua dengannya disujud sepertiga malamku. Indah sekali berikhtilat dengannya. Aku tak mungkin membagi sesuatu yang tak pantas kubagi. Cinta. Seorang pujangga berkata tak ada cinta yang sempurna, tapi itu tak berlaku bagiku setelah mengenalMu sepenuhnya. Kukatakan jika cintaku padaNya sempurna. Hingga engkau mengajarkanku untuk mencintai sesuatu karenaMu, meski terasa terlalu berat untuk itu. Namun bisyarahMu sungguh kuat meruntuhkan pertahananku untuk menolak, dan kini aku benar-benar jatuh dalam dekapan rasa yang agung.  Kini aku bisa mencintai yang lain karenaMu.
Sebenarnya tidak ada lagu romance yang bisa mewakili segenap rasa yang kita emban bersama. Meski sebenarnya aku sadar bahwa bukan hanya aku yang engkau cinta. Aku tahu dengan sangat engkau membagi cinta kebanyak insan, tapi tak mengapa cintaMu padaku sudah aku rasa lebih dari kata cukup. MencintaiMu menyenangkan. MencintaiMu adalah sesuatu yang harus dan tak bisa kutolak, karena sebuah pesona yang tertuang dalam surat cinta yang kau tuangkan dalam setiap lembaran suci kepadaku, meski tak hanya untukku. Aku dan cinta lainMu kerap kali membaca isi surat cinta yang menambah kadar kecintaanku padamu. Ah, mana mungkin aku bisa berpaling untuk cinta yang lain jika pesonamu saja sanggup menimbun dalam-dalam sebuah niat untuk mendua.
MencintaiMu menyenangkan, menyelamatkan, indah, mengajarkan arti berbagi, mencintaiMu adalah kewajibanku. Allah SWT….
Ah, mana mungkin aku berpaling dan membagi cintaku hanya kepada seorang mahluk :D
Dan kini aku sadar, lagu yang menjadi soundtrack ungkapan cinta yang diukir penaku tersebut tak mampu mewakili ungkapan perasaanku yang sebenarnya….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar