Rabu, 30 April 2014

Let it “Go”



Sejak kapan kau mulai merasakan dirimu seakan hidup kembali ?
Ini tentang aku yang merasakan sebuah kehidupan baru dalam sebuah kehidupan yang sebenarnya sudah hampir 20 tahun aku jalani, dan itu baru kurasakan sejak menyandang gelar mahasiswa. Bukan hanya sebagai mahasiswa namun sebagai seorang aktivis yang lebih tepatnya pengemban dakwah. Butuh waktu yang tidak sedikit untuk mempersiapkan diri untuk ikut dalam barisan dakwah yang nikmat ini. Banyak hal baru kutemukan dalam haraqah yang dikenal sebagai sebuah partai politik, namun terang saja ini bukan parpol yang sering kalian saksikan dilayar tv bahkan surat kabar dengan berbagai kasus korupsi dan skandal lainnya, yang ini berbeda. Sebuah partai politik yang benar-benar konsisten memperjuangkan sesuatu yang mulia dan benar-benar pantas dan wajib untuk diperjuangkan. Khilafah. Mungkin setelah membaca kata khilafah kalian bisa menebak partai politik yang aku maksud. Selama menjadi syabah binaanya rasanya kehidupan baru mulai terbentuk. Ini seperti benih-benih penyemangat dalam hidupku, menjadikanku sebagai manusia yang tidak bertindak bodoh dan sesukaku karena memang selayaknya manusia harus terikat dengan sebuah hukum, yang mana dalam islam dikenal sebagai hukum syara’. Selain itu sejak dibina didalamnya sosok dewasa dari seorang “aku” mulai terbentuk, tidak ada lagi rasa egois, individualistik dan cinta dunia.
Aku sadar, bahkan sangat sadar dengan persepsi subyektif orang-orang disekitarku tentang haraqah ini, pandangan negatif sudah jelas. Namun bagiku itu bukan masalah, selama kita terus mendakwahi dan menyampaikan yang haq dan menyeru kepada kemungkaran insya allah pandangan tersebut berubah menjadi pandangan yang positif dan semoga mereka terbuka hatinya untuk ikut bergabung dalam barisan dakwah ini. Tak bermaksud untuk menganggap haraqah ini paling benar dan yang lain sesat, namun bagiku ini pilihanku dan semua yang ada didalamnya mulai dari apa yang diperjuangkannya sampai uslubnya memang sesuai manhaj kenabian dan sesuai dengan hukum syara’.
Goyah? Sudah pasti pernah, bahkan aku pernah berniat untuk keluar saja karena bergabung dalam kedalam kelompok dakwah ini benar-benar menguras waktu, tenaga dan pikiranku dan juga tugas kuliah serta kegiatan kampus dan organisasi lainnya. Namun hal itu wajar saja bagi seorang newbie dalam dunia dakwah yang menuntut ke-idealisme seorang pengembangnya. Disamping itu teman-teman dari haraqah lain sudah gencarnya memberi pengaruh dan menyarankanku untuk berpikir ulang untuk bergabung dalam haraqah ini. Berbagai statement negatif mengenai haraqah ini mereka lontarkan. Bahkan teman sekelas sendiri sudah memandang sebelah mata, dan ada perlahan yang mulai menjauh. Tapi, itu telah berlalu. aku berhasil melewatinya dengan bekal semangat dan arahan dari seorang musrifah yang bukan hanya menjadi pembinaku namun juga seperti kakak, ibu dan seorang sahabat bagiku. Terima kasih J
Selanjutnya mengenai seorang musrifah maupun seorang yang memperkenalkanku dengan haraqah ini, terima kasih yang teramat sangat untuknya. Tanpa melupakan jasa dan bimbingan para musrifahku terdahulu, disini saya hanya akan membahas mengenai musrifahku sekarang. Musrifah yang lebih dari itu, entah bagaimana aku bisa membalas semua yang diberikan, aku hanya berusaha memahami dan mengerti tentang betapa sabarnya beliau menghadapi seorang syabah yang terkadang tidak memiliki semangat dakwah dan menuntut ilmu. Jujur, sepertinya aku takut kehilangan. Ini pertama kalinya dalam hidupku aku takut kehilangan seseorang (selain orang tua, adik dan kakakku), karena seperti biasanya pasti ada waktunya musrifah dari setiap kelompok diganti dan saat-saat seperti itulah yang tak sanggup bagiku untuk menghadapinya. Terang saja, semangatku untuk datang halaqoh bermula saat beliau menjadi musrifahku. Sosok tegas dan  pembawaan yang tenang dengan kata-kata penyemangat sering disampaikan kepada kami ditengah kegalauan dan tengah kufur melanda persendian keimananku. Sudahlah, anggaplah itu tidak akan terjadi. Semoga J
Itu saja untuk saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar