Bukan
hanya pekerjaan yang menuntut profesioanalitas seseorang didalamnya, bahkan
kesibukan pun demikian. Aku menyebutnya sibuk professional yang tengah
kusematkan menjadi judul tulisan ini. Sibuk kerap kali di definisikan sebagai padatnya
jadwal dalam putaran waktu hidup kita.Sedangkan sibuk menurut KBBI yakni penuh
dengan kegiatan atau banyak yang dikerjakan. Maka tak jarang orang-orang yang
sudah merasa demikian, menyebut dirinya sibuk kala kegiatan padat menguasai
harinya atau paling tidak dalam kurung waktu tertentu.
But,
diantara kita masih saja ada yang sok sibuk. Tapi tahu tidak? Orang sibuk itu
adalah orang yang “GAK PANDAI NGATUR WAKTU” yap, semoga kita tidak termasuk
didalamnya.. well, bukan itu yang ingin penaku kicaukan saat ini, tapi tentang
sibuk yang professional.
Jadi..
bagi kalian yang sudah terlanjur terkena dampak dari ketidakpandaian ngatur
waktu dalam hidup, alangkah baiknya tetap bijak dalam menyikapi kesibukan.
Meskipun sibuk dengan rutinitas yang ada namun profesinalitasnya harus dijaga.
Jangan karena sibuk menyelesaikan amanah A dan mengabaikan amanah B, salah satu
factor penyebabnya adalah Amanah A lebih nguntungin dan lebih keren dari pada
amanah B. Pliis deh, yang namanya amanah tetep amanah gaees. Jadilah pe-sibuk
yang professional yakni tak mengabaikan tugas or amanah yang lain. Jangan
sampai karena kesibukan kita berdampak merugikan atau membuat yang lain tidak
nyaman, karena akibat sibuknya kita sehingga lupa tugas/ amanah yang lain.
Bukankah tanggung jawab/ amanah adalah harga diri? Amanah sekecil apapun
(menurut lo, yang tak mungkin demikian menurut orang lain) harus kamu
selesaikan sesibuk apapun dirimu, bukankah itu merupakan hukuman dari tak
pandainya mengatur waktu?
Misalnya,
seorang Ibu yang sibuk bekerja di kantor dengan seabrek amanah dari atasan,
semua diselesaikan dengan sungguh-sungguh dan lupa bahkan abai dengan amanah
yang sesungguhnya yakni, ngurusin keluarga. Juga, mahasiswa yang sibuk dengan
urusan perkuliahan dan kegiatan lainnya namun mengabaikan amanah membersihkan
rumah. Itu juga sibuk yang tidak professional.
“Jika tidak
mampu menjadi pe-nyibuk yang professional, maka pandailah mengatur waktumu”-Adibah
AlKhansa-
Makassar
yang selalu sibuk, 21 Februari 2015
Tulisan ini dibuat
untuk nampar kepribadian sendiri yang cinta mati sama predikat deadliner.
Hihihi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar