Masing-masing dari kita memiliki sisi yang memungkinkan
untuk berontak, kadarnya sama cuma kemampuan untuk mengendalikannya yang
berbeda. Berontak dengan apa yang disuguhkan alam itu sering terjadi, terlebih
pada diriku. Ketika masalah yang terdefinisi “kenyataan tak sesuai dengan
harapan” maka berontak mungkin menjadi pilihan sebagian orang. Entah itu
berontak dalam artian halus maupun kasarnya. Berontak dalam hati dan adapula
yang menampakkannya…
Rasanya hari ini aku ingin berontak dengna keadaan, namun
aku selalu paham akan suatu hal bahwa aku masih punya keimanan yang kuat untuk
meredam bara berontak dalam diriku agar tak membakar amarah yang jelas-jelas
akan merugikan diriku, lingkunganku dan orang lain. Saat masalah menghampiri
ingatlah, bahwa kita masih punya iman.. berontak adalah cirri seorang yang
minim iman bahkan kehilangan keimanan dalam dirinya. Oleh karenanya mari asah
terus pedang keimanan dalam diri agar dapat menebas jiwa-jiwa berontak dalam
diri..
Dengan cara apa? #Yuk ngaji J
Makassar, 23 Februari 2015 21:59 WITA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar