Rabu, 14 Januari 2015

Arah Pergerakan Lembaga Kampus (UNM)



Setiap lembaga memiliki gerak dan tujuan masing-masing. Di kampus Universitas Negeri Makassar tepatnya di Fakutas Ilmu pendidikan memiliki beberapa lembaga mahasiswa yang berfokus pada masing-masing bidang. Bidang kesenian, pendidikan, pencinta alam, melatih kepemimpinan, kajian keislaman, dan tidak dipungkiri adapula lembaga mahasiswa yang bergerak demi kepentingan partai politik tertentu sehingga menghilangkan esensi idealis seorang mahasiswa. Padahal sejatinya pergerakan sebuah mahasiswa tidak seharusnya berlandaskan pada kepentingan kelompok semata, perjuangan mereka haruslah sesuai dengan kondisi yang dapat menghantarkan kesejahtraan bagi masyarakat.
Namun Ironi, pragmatisme telah menjangkiti  beberapa lembaga kampus,  geraknya kini tertopang oleh kepentingan semata padahal bangsa tengah mengadahkan tangan berharap perjuangan para pemudanya. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan tidak mengarah pada perubahan yang dicita-citakan bangsa. Masalah utama bangsa bukan terletak pada aspek pendidikan, pendidikan yang baik tidak akan menghantarkan pada perubahan karena antara aspek satu dengan yang lain memiliki intervensi yang kuat.  Di sisi lain ada juga gambaran lembaga mahasiswa yang rela menggadaikan intelektualnya demi pragmatisme politik murahan, sehingga yang terjadi adalah retorika penuh tipu-tipu ramai di tengah jalan demi pesan politikus politikus kotor produk demokrasi sekuler.  Segala persoalan yang terjadi ditanah air berakar dari sistem yang diterapkan, maka sudah saatnya pergerakan kita mengarah kepada “Revolusi”. Perbaikan yang bersifat parsial tidak akan menyelamatkan bangsa.
      Sejarah membuktikan bahwa perubahan negri ini selalu diawali oleh pergerakan mahasiswa. Pergerakan pemuda tahun 1928, Tumbangnya Orde Lama 1966, Reformasi 1998 adalah bentuk perjuangan mahasiswa terhadap penjajahan kapitalisme .Tentu saja keberhasilan mereka menumbangkan rezim tercatat dengan tinta emas. Sayangnya mereka gagal melawan penjajahan abad 21— Penjajahan Kapitalisme-Demokrasi. Sehingga rezim pengganti yang berkuasa tetap saja merupakan kaki tangan kapitalisme. Kegagalan demi kegagalan perjuangan mahasiswa ini menunjukkan kesalahan Ideologi yang mereka anut. Harusnya Islamlah satu-satunya ideologi yang sohih untuk diperjuangkan.
Oleh karenanya, pergerakan mahasiswa yang berharap pada perubahan kondisi tanah air yang lebih baik, harus sadar betul apa yang menjadi akar permasalahan bangsa. Sudah saatnya mahasiswa sadar bahwa ditengah-tengah kehidupan dunia saat ini ada sebuah simpul masalah besar yang membutuhkan perubahan hakiki melalui perjuangan peran mahasiswa dalam memainkan fungsi agen of change dan social of controlnya, yang semua itu dilakukan oleh intelektualnya sebagai mahasiswa muslim yang sadar dengan kerusakan yang ada, dan aqidah serta ideologinya menjadi penggerak untuk menegakkan ideologi islam, bukan kepentingan kelompok yang menikam jantung kehidupan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar