Setiap lembaga
memiliki gerak dan tujuan masing-masing. Di kampus Universitas Negeri Makassar
tepatnya di Fakutas Ilmu pendidikan memiliki beberapa lembaga mahasiswa yang
berfokus pada masing-masing bidang. Bidang kesenian, pendidikan, pencinta alam,
melatih kepemimpinan, kajian keislaman, dan tidak dipungkiri adapula lembaga
mahasiswa yang bergerak demi kepentingan partai politik tertentu sehingga
menghilangkan esensi idealis seorang mahasiswa. Padahal sejatinya pergerakan
sebuah mahasiswa tidak seharusnya berlandaskan pada kepentingan kelompok
semata, perjuangan mereka haruslah sesuai dengan kondisi yang dapat
menghantarkan kesejahtraan bagi masyarakat.
Namun Ironi,
pragmatisme telah menjangkiti beberapa
lembaga kampus, geraknya kini tertopang
oleh kepentingan semata padahal bangsa tengah mengadahkan tangan berharap
perjuangan para pemudanya. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan tidak mengarah
pada perubahan yang dicita-citakan bangsa. Masalah utama bangsa bukan terletak
pada aspek pendidikan, pendidikan yang baik tidak akan menghantarkan pada
perubahan karena antara aspek satu dengan yang lain memiliki intervensi yang
kuat. Di sisi lain ada juga gambaran
lembaga mahasiswa yang rela menggadaikan intelektualnya demi pragmatisme
politik murahan, sehingga yang terjadi adalah retorika penuh tipu-tipu ramai di
tengah jalan demi pesan politikus politikus kotor produk demokrasi
sekuler. Segala persoalan yang terjadi
ditanah air berakar dari sistem yang diterapkan, maka sudah saatnya pergerakan
kita mengarah kepada “Revolusi”. Perbaikan yang bersifat parsial tidak akan
menyelamatkan bangsa.
Sejarah membuktikan bahwa perubahan negri ini selalu diawali
oleh pergerakan mahasiswa. Pergerakan pemuda tahun 1928, Tumbangnya Orde Lama
1966, Reformasi 1998 adalah bentuk perjuangan mahasiswa terhadap penjajahan
kapitalisme .Tentu saja keberhasilan mereka menumbangkan rezim tercatat dengan
tinta emas. Sayangnya mereka gagal melawan penjajahan abad 21— Penjajahan
Kapitalisme-Demokrasi. Sehingga rezim pengganti yang berkuasa tetap saja
merupakan kaki tangan kapitalisme. Kegagalan demi kegagalan perjuangan
mahasiswa ini menunjukkan kesalahan Ideologi yang mereka anut. Harusnya
Islamlah satu-satunya ideologi yang sohih untuk diperjuangkan.
Oleh karenanya, pergerakan mahasiswa
yang berharap pada perubahan kondisi tanah air yang lebih baik, harus sadar
betul apa yang menjadi akar permasalahan bangsa. Sudah saatnya mahasiswa sadar
bahwa ditengah-tengah kehidupan dunia saat ini ada sebuah simpul masalah besar
yang membutuhkan perubahan hakiki melalui perjuangan peran mahasiswa dalam
memainkan fungsi agen of change dan social of controlnya, yang semua itu
dilakukan oleh intelektualnya sebagai mahasiswa muslim yang sadar dengan
kerusakan yang ada, dan aqidah serta ideologinya menjadi penggerak untuk
menegakkan ideologi islam, bukan kepentingan kelompok yang menikam jantung
kehidupan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar