Jumat, 21 November 2014

Hunian Baru



Aku selalu berharap tempat ini akan menghadirkan rasa nyaman bagiku. Ruang bak kotak persegi yang kira-kira ukurannya 3x3 meter, dinding tembok bercat warna hijau sejuk.  Jendela kamar dengan gorden warna coklat serasi dengan warna pintu. Aku memang menyukai kamar berjendela karena dengannya aku bisa menikmati suasana alam setiap saat meski berbaring pada tempat tidurku. Melalui jendela kamar saya bisa mengamati mahasiswa poltekes sedang kuliah karena ruang perkuliahannya berdinding kaca. Hmm, entah mereka juga melihatku lewat jendela kamarku atau tidak.. menyenangkan kan hunian baruku. Melangkah sedikit ke depan menuju balkom rumah kontrakanku bersama ke empat orang kawan, dua diantaranya teman sekelasku selebihnya adalah juniorku di kampus yang sama. Rumah kontrakan kami terletak dilantai dunia sebuah rumah minimalis yang berjejer rapi di pinggir jalan Emmy Saelan 3. Kontrakan saya berada tepat di pintu gerbang kompleks agrarian belakang kampus FIP UNM. Lantai bawah rumah kontrakan dihuni oleh pemilik rumah, mereka adalah orang Jawa dan membuka usaha warung makan dan pesanan makanan. Saya hanya berpikir pasti menyenangkan karena selama ada uang pasti memudahkan kita menikmati lezat masakan Mas Agus, demikian kami memangilnya.
Setiap pagi kami selalu merasa lapar… bagaimana tidak, pagi kami bersambut aroma khas masakan yang menggugah selera, alhasil perut jadi hilang kesabaran akibaat reaksi indra perciuman. Seperti halnya pagi ini, disaat jemariku menari diatas tombol keyboard NB ku, aroma masakannya masih saja menggoda rasa lapar yang sejak semalam terpasung lelap. Oke saya akan kembali bercerita tentang kamar baruku. Kamar yang ukurannya tidak terlalu luas namun cukup luas untuk menampung seorang seperti saya,  didalamnya ada kipas angin berwarna biru namun jarang melaksanankan tugasnya karena disini cukup sejuk, lemari berukuran sedang berwarna cokelat dan rak buku yang menampung beberapa koleksi buku bacaanku, kasur biru, boneka dan bantal berwarna hijau dan tidak ketinggalan cermin yang tergantung di dinding kamar. Aku selalu berharap hunian baru ini kelak memberiku semangat baru yang luar biasa akan membangkitkan dan meningkatkan semangatku mengolah ide. Suasananya tenang tanpa Ibu Kost yang cerewet. Heheh. Sudah cukup cerita mengenai hunian baruku. :D #latepost


Makassar, 27 Agustus 2014 05:44 WITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar