Aku selalu
berharap tempat ini akan menghadirkan rasa nyaman bagiku. Ruang bak kotak
persegi yang kira-kira ukurannya 3x3 meter, dinding tembok bercat warna hijau
sejuk. Jendela kamar dengan gorden warna
coklat serasi dengan warna pintu. Aku memang menyukai kamar berjendela karena
dengannya aku bisa menikmati suasana alam setiap saat meski berbaring pada
tempat tidurku. Melalui jendela kamar saya bisa mengamati mahasiswa poltekes
sedang kuliah karena ruang perkuliahannya berdinding kaca. Hmm, entah mereka
juga melihatku lewat jendela kamarku atau tidak.. menyenangkan kan hunian
baruku. Melangkah sedikit ke depan menuju balkom rumah kontrakanku bersama ke
empat orang kawan, dua diantaranya teman sekelasku selebihnya adalah juniorku
di kampus yang sama. Rumah kontrakan kami terletak dilantai dunia sebuah rumah
minimalis yang berjejer rapi di pinggir jalan Emmy Saelan 3. Kontrakan saya
berada tepat di pintu gerbang kompleks agrarian belakang kampus FIP UNM. Lantai
bawah rumah kontrakan dihuni oleh pemilik rumah, mereka adalah orang Jawa dan
membuka usaha warung makan dan pesanan makanan. Saya hanya berpikir pasti
menyenangkan karena selama ada uang pasti memudahkan kita menikmati lezat
masakan Mas Agus, demikian kami memangilnya.
Setiap pagi kami
selalu merasa lapar… bagaimana tidak, pagi kami bersambut aroma khas masakan
yang menggugah selera, alhasil perut jadi hilang kesabaran akibaat reaksi indra
perciuman. Seperti halnya pagi ini, disaat jemariku menari diatas tombol
keyboard NB ku, aroma masakannya masih saja menggoda rasa lapar yang sejak
semalam terpasung lelap. Oke saya akan kembali bercerita tentang kamar baruku.
Kamar yang ukurannya tidak terlalu luas namun cukup luas untuk menampung
seorang seperti saya, didalamnya ada
kipas angin berwarna biru namun jarang melaksanankan tugasnya karena disini
cukup sejuk, lemari berukuran sedang berwarna cokelat dan rak buku yang
menampung beberapa koleksi buku bacaanku, kasur biru, boneka dan bantal
berwarna hijau dan tidak ketinggalan cermin yang tergantung di dinding kamar.
Aku selalu berharap hunian baru ini kelak memberiku semangat baru yang luar
biasa akan membangkitkan dan meningkatkan semangatku mengolah ide. Suasananya
tenang tanpa Ibu Kost yang cerewet. Heheh. Sudah cukup cerita mengenai hunian
baruku. :D #latepost
Makassar,
27 Agustus 2014 05:44 WITA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar