Kamis, 01 Mei 2014

Pandangan Islam mengenai masyarakat

Ideologi Islam memandang masyarakat adalah sekumpulan manusia yang memiliki pemikiran, perasaan dan peraturan yang sama yang berintraksi secara terus-menerus. Masyarakat berdiri atas asas akidah, dimana ketiga unsur pembentuk masyarakat yakni pemikiran, perasaan dan peraturan diambil dari akidah Islam.Islam juga memandang bahwa manusia satu dengan manusia lainnya akan membentuk jamaah dan yang membentuk hubungan antara sesame manusia adalah faktor kemaslahatan (manfaaat). Oleh karenanya, jika masyarakat telah menyamakan pemikirannya tentang kemaslahatan yang ingin dicapai, perasaan dan juga peraturan maka akan terbentuk masyarakat yang unik namun tetap harus berpijak pada asas Islam. Bagaimana dengan unsur  ke empat yakni manusia? manusia dalam masyarakat islam tidak mesti harus berakidah Islam namun konsekuensi  menetapnya manusia tersebut dalam masyarakat Islam adalah terikat dengan aturan Islam, hal ini bisa kita jumpai dalam sejarah daulah Islam dimana didalamnya ada juga manusia yang tidak memeluk agama Islam namun tetap dijamin kehidupannya oleh khalifah akan tetapi harus terikat dengan hukum Islam.

 


Maka dapat disimpulkan bahwa seandainya manusia itu muslim, sedangkan pemikiran yang dibawanya adalah kapitaslisme-demokrasi maupun komunisme, perasaan-perasaan yang dimilikinya adalah spiritualisme (yang tidak memiliki peraturan) atau nasionalisme dan peraturan yang gunakannya tidak berdasarkan Islam, kapitalisme-demokrasi, maka masyarakatnya bukan masyarakat yang Islami, seperti potret negara kita saat ini yang tidak menjadikan Ideologi Islam sebagai ideologi yang di embannya padahal mayoritas penduduknya adalah muslim, malah dengan bangga mengusung ideology kapitalisme yang sangat bertentangan dengan akidah Islam. Maka jangan heran dengan kerusakan dan kesenjangan yang terjadi di setiap ranah kehidupan karena yang diterapkan bukanlah sesuatu yang berdasarkan dari pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar