Ideologi Islam
memandang masyarakat adalah sekumpulan manusia yang memiliki pemikiran,
perasaan dan peraturan yang sama yang berintraksi secara terus-menerus.
Masyarakat berdiri atas asas akidah, dimana ketiga unsur pembentuk masyarakat
yakni pemikiran, perasaan dan peraturan diambil dari akidah Islam.Islam juga
memandang bahwa manusia satu dengan manusia lainnya akan membentuk jamaah dan
yang membentuk hubungan antara sesame manusia adalah faktor kemaslahatan
(manfaaat). Oleh karenanya, jika masyarakat telah menyamakan pemikirannya
tentang kemaslahatan yang ingin dicapai, perasaan dan juga peraturan maka akan
terbentuk masyarakat yang unik namun tetap harus berpijak pada asas Islam.
Bagaimana dengan unsur ke empat yakni
manusia? manusia dalam masyarakat islam tidak mesti harus berakidah Islam namun
konsekuensi menetapnya manusia tersebut
dalam masyarakat Islam adalah terikat dengan aturan Islam, hal ini bisa kita
jumpai dalam sejarah daulah Islam dimana didalamnya ada juga manusia yang tidak
memeluk agama Islam namun tetap dijamin kehidupannya oleh khalifah akan tetapi
harus terikat dengan hukum Islam.
Maka dapat disimpulkan
bahwa seandainya manusia itu muslim, sedangkan pemikiran yang dibawanya adalah
kapitaslisme-demokrasi maupun komunisme, perasaan-perasaan yang dimilikinya
adalah spiritualisme (yang tidak memiliki peraturan) atau nasionalisme dan
peraturan yang gunakannya tidak berdasarkan Islam, kapitalisme-demokrasi, maka
masyarakatnya bukan masyarakat yang Islami, seperti potret negara kita saat ini
yang tidak menjadikan Ideologi Islam sebagai ideologi yang di embannya padahal
mayoritas penduduknya adalah muslim, malah dengan bangga mengusung ideology
kapitalisme yang sangat bertentangan dengan akidah Islam. Maka jangan heran
dengan kerusakan dan kesenjangan yang terjadi di setiap ranah kehidupan karena
yang diterapkan bukanlah sesuatu yang berdasarkan dari pencipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar