Rabu, 30 April 2014

Sewaktu-waktu





Resahku menanti datangnya sebuah kabar
Kabar  yang menenangkan jiwa
Melepaskan dahaga rindu
Membuat indah senyum bibir

Aku tak berhenti
Menatap keabadian di mata langit
Hingga ada sebuah kepastian
Kepastian sebuah harapan

Bukan karena kubersedih
Sehingga menulis bait puisi ini
Namun kuhanya ingin mengenang saat ini
lewat lirik barisan puisiku yang sederhana

             (16 March 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar