Rabu, 30 April 2014

Puisi Ngasal



Ketenangan

Rangkul aku wahai sang dewi sepi
Tenangkan aku dalam setitik kedamaian
Leluasakan aku terhadap waktu
Iringi langkahku wahai sang penyelamat

Lamunanku sudah terjaga
Namun kenangan akan sebuah perjuangan
Mendorong langkah untuk
Tak menyerah

Aku bisa !!
Bukan karena mereka juga bisa
tapi karena aku memang mampu,
Tidak ada kamu, kalian dan mereka

Ya.. hanya aku, diriku


(15 Maret 2013)


Pisah indah

Kurajut segala kenangan
Yang mengambang bebas sejak dulu
Kubisa kenang sewaktu-waktu
Disaat “Kita” menjadi “Aku dan Kamu”

Aku merangkak tak berdaya
Ditepian kisah tak bermuara
Entah ini sebuah pengakuan
Namun aku masih sibuk menata hatiku

Bukan,
Dalam kisah ini tidak ada yang meninggalkan
dan yang ditinggalkan
Namun kita yang sama-sama pergi menjauh
ketepian jalan kisah kita
Dan kita berpisah..


                           
                              (15 March 2013)












Belum Saat

Wajah itu masih terbayang
Kejadian itu terekam jelas diotakku
Sehingga bisa kukenang disaat senggang
Kenyamanan yang kudapatkan dari sosok yang jauh dari kesempurnaan
Namun membuat suasana terasa sempurna jika bersamanya

Saat itu hatiku selalu memohon
Bisakah waktu dihentikan sejenak.
Aku ingin lebih lama bersamanyaa
Aku tahu ini adalah perasaaan yang semu

Namun adakalanya aku berdo’a
Agar yang maha kuasa dapat memerdekakan aku
Dari persaaan yang belum saatnya halal untk kurasakan


(28 Desember 2012)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar