Sebaik-baik IPK adalah yang
diperoleh dengan kejujuran, dan seburuk-sehina IPK adalah yang diperoleh dengan
kecurangan…
Selamat
libur semester.
Bagaimana
keadaan IPK kalian? Semoga tetap berada dalam lindungan predikat cumlaude. Tahukah kalian bahwa IPK
terkadang bisa menghantarkan kepada Surga maupun Neraka? Mungkin ada yang
berdalih sinis, “nyambung dimana IPK dengan kehidupan akhirat?” #Mikiir deh,
bukankah tujuan hidup kita di dunia untuk beribadah kepada-Nya dan tujuan akhir
kita pasti adalah akhirat, entah itu Surga maupun Neraka. Sisa pilih aja dan
pilihan dimulai dari sekarang! Hubungannya dengan IPK yaitu.. Apakah kamu
meraih IPKmu dengan kecurangan atau dengan kejujuran. Jika dengan kecurangan
berarti kamu memilih membangun rumah akhiratmu dalam neraka dan sebaliknya jika IPKmu diraih dengan
kejujuran dan kesadaran bahwa semua ini semata-mata dalam rangka beribadah
kepadanya berarti kamu telah memilih membangun istanamu di Surga.
Namun,
pada kenyataannya masyarakat kampus khususnya, tak lagi peduli dan mungkin
telat sadar dengan hal tersebut. Tapi bisa jadi ada yang sudah tahu namun masih
mikir-mikir dulu (kebanyakan mikir untuk menunda-nunda kebaikan) atau takut
dikucilkan atau dihinakan oleh lingkungan karena IPK yang kurang memuaskan.
Dengan membangun benteng ketakutan dalam diri akan hal tersebut sama halnya membangun benteng yang kuat dan jurang yang
terjam antara diri dan kebaikan. Padahal kita sama-sama tahu bahwa Allah SWT
maha adil dan maha tahu akan perjuangan kita. Selain itu, IPK hanya sekedar IPK
yang akan diingat kawan dalam kurung waktu yang singkat. Setelah masing-masing
sibuk dengan dunia barunya maka IPK yang tinggi hanya sekedar hiasan dalam
tumpukan zaman.
Secara
tidak langsung, melakukan kecurangan saat ujian merupakan salah satu cara yang
paling ampuh menjadikan diri kita sebagai mafia-mafia akademik dan bias saja
merangkak jadi mafia tertentu (Sesuai dengan dunia baru di gelutinya) sebab
telah terbiasa dan terlatih berbuat kecurangan untuk mendapatkan predikat yang
mampu membuat setiap pasang mata memandang dengan cahaya kekaguman akan
prestasi kita.
Well,
gaess…
Bersabarlah,
IPKmu mungkin biasa saja, namun jika kamu memperolehnya dengan kejujuran maka
kamu patut bersyukur setidaknya kamu tidak menghinakan dirimu dengan kecurangan
dari pada mereka yang IPKnya tingi namun diperoleh dengan kecurangan. IPK yang
berbau kecurangan takkan sudi keberkahan bersarang didalamnya. But.. buat kamu
yang IPKnya rendah namun ternyata masih berbuat kecurangan, saran saya..
“sadar-sadar meki kawan!!” setidaknya Tuhan telah menegurmu untuk tidak berbuat
kecurangan yang menjadikan dirimu hina. Dibandingkan mereka yang ber-IPK tinggi
yang diperoleh dengan cara yang hina alias maksiat. Bisa saja Tuhan tak lagi
sayang, karena teguran tak kunjung datang. Buat apa sekolah tinggi-tinggi, IPK
tinggi-tinggi, namun dosa tak kalah tinggi, bahkan telah melangit.
Jadilah
generasi yang berkualitas, cerdas dan berakhlak. “Kasihan negerimu Nak,” Ujar Ibu
Pertiwi yang air matanya masih berlinang.
IPK
memang tak selalu indah, namun yang menjadikannya indah adalah berkahnya.
Note : Tulisan ini dibuat untuk menghibur hati yang sedang
sulit menerima kenyataan akan IP semester ini yang memprihatinkan. Namun, besar
harapan tulisan dari pena seorang amatir ini mampu membuat kalian#mikiir bahwa
mencontek saat ujian, baik itu bekerja sama atau memberi contekan kepada teman
adalah perbuatan yang curang. Kecurangan akan menghinakan dirimu sendiri dan
menghinakan IPK mu. Hihihi…
Watansoppeng,
Penghujung Juni 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar