Senin, 24 November 2014

Korean Wave

Korea. Saya memang menaruh rasa kagum dalam hati kepada negara yang satu ini. Memang, di Indonesia tengah menjamur hebat demam korea, gejalanya bisa kita saksikan bersama tanpa analisis kritis dari dokter. Orang yang terjangkit virus ini biasanya kerap kali mengidolakan artis korea, Boy n Girl band bahkan Drama korea. Salah? Sebenarnya tidak salah. Hal tersebut menunjukkan bahwa negeri gingseng tersebut berhasil menarik perhatian kaum merah putih kita. Termasuk saya? Ya !. Bukan karena tidak menyukai budaya tanah air namun ini mengenai sebuah pilihan mana yang lebih baik. Berbeda hunian tak membatasi ruang kita untuk memilih. Hunian saya memang Indonesia namun jujur jika berbanding dengan Industri hiburan di Korea saya yakin semua bisa melihat siapa yang lebih unggul tanpa mesti membohongi diri karena batas wilayah dan sekat nasionalisme. Saya tidak terlalu menyukai Boy n Gilr Band Korea bagiku mereka sama saja dengan artis tanah air hanya beda tampang ajah :D
            Oke, saya pencinta drama korea. Tidak menutup kemungkinan jika saya tidak menyukai  yang lain, hanya memberi nilai plus pada para penggiatnya. Bagi saya drama korea bisa menciptakan karakter yang mampu membuat penikmatnya terkagum. Mau bukti? Silahkan menyaksikan drama yang saya rekomendasikan diantaranya 3 Days, City Hunter, dan… sebenarnya banyakk sih silahkan dipilih aja, tapi ingat sebelumnya kalian harus menanggalkan rasa benci terhadap hal-hal yang berbau korea. Nikmati setiap adegan dalam drama tersebut maka kamu akan menemukan sederet hal yang membuat saya menyukai drama korea.
            Artis Korea? Yah, saya menyukai beberapa. Diantaranya Coi Kyuhyun member termuda Super Junior, bukan karena modal tampan saya menyukainya karena memang kualitas vocalnya yang daebak, selain itu ia juga cerdas dan jago matematika.  Saya mulai terjangkit virus Korean wave sejak SMP setelah serial drama Full House menghiasi layar kaca pertelivisian tanah air. 
            Fokus saya hanya pada drama korea. Entah mengapa sosok pria idamanku ada dalam setiap drama korea, kupikir orang-orang yang bekerja dibalik pembuatan drama tersebut berhasil mengemas karakter yang membuatku jatuh cinta. Bandingkan saja dengan sinetron tanah air yang mengandalkan kuantitas episodenya dan menomor duakan kualitasnya. Bagi saya drama korea keunggulannya pada kekuatan karakter pemain, cerita yang menarik dan para pemain yang memang menarik heheh..  pernah saya berpikir untuk menjadi produser film karena tergila-gila dengan drama korea, hingga memutuskan untuk menjadi penggiat literasi, setidaknya bisa membuat sript drama yang lebih hebat. itu saja sih :)
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar