Sejak tahun 2012 lalu
setelah resmi menyandang gelar mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri
kota Makassar tepatnya di kampus almamater orange. Universitas Negeri Makassar.
Sekarang sih udah di tingkat 4 alias semester 4. Lumayan masih muda .. hehehh
Kampus tempat dimana
aku bertemu dengan sosok yang memotivasi dan membuatku tak mau kalah saing,
hingga membuatku ingin berusaha dan terus berusaha agar bias lebih. Namun, ada
saja yang menghambat usahaku tapi itu bukan masalah. Masalahnya adalah diriku
sendiri yang tak mampu melewati hambatan yang menjadi kerikil dalam perjalanan
menuju suksesku. Di bangku kelas PGSD aku dipertemukan lagi dengan seorang yang
bias kuanggap sahabat, teman lumayan dekat atau bahkan hanya teman yang tidak
begitu dekat. Awalnya cukup bangga melihat mereka dengan segala kelebihannya,
yah sebut saja dalam kekritisannya melihat suatu problem dalam kehidupan
khususnya dalam ranah pendidikan, dan lagi-lagi kusebut itu sebagai mahasiswa
yang benar-benar fokus akademik semata. Bagi itu hebat ditambah lagi dengan IPK
yang bagus, tapi itu menurutku dulu. Sekarang arti kata cerdas bagiku tidak
sebatas hal itu saja, sekarang bagiku mahasiswa cerdas mampu member solusi yang
bersifat menyeluruh dan total dalam menghadapi segala masalah dalam semua aspek
kehidupan. Terang saja, fase ini berawal sejak aku diperkenalkan dengan dunia
dakwah dan kesibukan baru yang nikmat yakni mengkaji ilmu islam. Sebuah
aktivitas yang berhasil mengubah arah haluan hidupku dan pemikiranku kian
terjernihkan dari segala tipuan dunia.
Sebenarnya yang ingin
kutumpahkan dengan penaku saaat ini adalah kondisi mahasiswa yang sekuler oleh
sistem kapitalis. Gambaran nyatanya kusaksikan secara langsung dikelas saya
sendiri, kelas yang hampir semua penghuninya benar-benar sekulerrrrrrrr ! Jujur
saja, saat diskusi sedang berlangsung 50% penghuninya memang terlibat aktif
dalam forum dengan berbagai ide yang dituangkan dengan sedikit polesan retorika
untuk memperkuat asumsi yang disampaikan. Namun lagi-lagi itu hanya sebuah
teori ! Setiap pertanyaan yang dilontarkan yang berisi sebuah permasalahan maka
solusi yang ditawarkan oleh mereka hanyalah solusi yang parsial dan jauh dari
nilai islam, bahkan bertentangan. Beberapa diantara teman-teman yang telah
bergabung dalam kelompok dakwah angkat bicara mengenai solusi dari sebuah
permasalahan yang dimana solusinya berasaskan islam namun respon dari forum
tidak ada, bahkan terkesan cuek. Mahasiswa dengan pemikiran sekulernya, yang
menjadikan agama hanya dalam perkara ritual ibadah semata, padahal agama
mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Islam adalah ideologi kawannnnnn!!!
Pancasila bukan ideologi!
Huhh.. gerah dengan
penghuni kelas yang pemikirannya benar-benar sekuler. Wajar saja pendidikan
kapitaslis sihh.. dimana kapitalisme asasnya adalah sekularisme yakni pemisahan
agama dengan kehidupan. !!!
Saya sih dengan terang
menolak Kapitalisme dan Sekulerisme sebagai asasnya !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar