Selasa, 01 April 2014

Dunia kampusku part 1




Sejak tahun 2012 lalu setelah resmi menyandang gelar mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri kota Makassar tepatnya di kampus almamater orange. Universitas Negeri Makassar. Sekarang sih udah di tingkat 4 alias semester 4. Lumayan masih muda .. hehehh 

Kampus tempat dimana aku bertemu dengan sosok yang memotivasi dan membuatku tak mau kalah saing, hingga membuatku ingin berusaha dan terus berusaha agar bias lebih. Namun, ada saja yang menghambat usahaku tapi itu bukan masalah. Masalahnya adalah diriku sendiri yang tak mampu melewati hambatan yang menjadi kerikil dalam perjalanan menuju suksesku. Di bangku kelas PGSD aku dipertemukan lagi dengan seorang yang bias kuanggap sahabat, teman lumayan dekat atau bahkan hanya teman yang tidak begitu dekat. Awalnya cukup bangga melihat mereka dengan segala kelebihannya, yah sebut saja dalam kekritisannya melihat suatu problem dalam kehidupan khususnya dalam ranah pendidikan, dan lagi-lagi kusebut itu sebagai mahasiswa yang benar-benar fokus akademik semata. Bagi itu hebat ditambah lagi dengan IPK yang bagus, tapi itu menurutku dulu. Sekarang arti kata cerdas bagiku tidak sebatas hal itu saja, sekarang bagiku mahasiswa cerdas mampu member solusi yang bersifat menyeluruh dan total dalam menghadapi segala masalah dalam semua aspek kehidupan. Terang saja, fase ini berawal sejak aku diperkenalkan dengan dunia dakwah dan kesibukan baru yang nikmat yakni mengkaji ilmu islam. Sebuah aktivitas yang berhasil mengubah arah haluan hidupku dan pemikiranku kian terjernihkan dari segala tipuan dunia.
Sebenarnya yang ingin kutumpahkan dengan penaku saaat ini adalah kondisi mahasiswa yang sekuler oleh sistem kapitalis. Gambaran nyatanya kusaksikan secara langsung dikelas saya sendiri, kelas yang hampir semua penghuninya benar-benar sekulerrrrrrrr ! Jujur saja, saat diskusi sedang berlangsung 50% penghuninya memang terlibat aktif dalam forum dengan berbagai ide yang dituangkan dengan sedikit polesan retorika untuk memperkuat asumsi yang disampaikan. Namun lagi-lagi itu hanya sebuah teori ! Setiap pertanyaan yang dilontarkan yang berisi sebuah permasalahan maka solusi yang ditawarkan oleh mereka hanyalah solusi yang parsial dan jauh dari nilai islam, bahkan bertentangan. Beberapa diantara teman-teman yang telah bergabung dalam kelompok dakwah angkat bicara mengenai solusi dari sebuah permasalahan yang dimana solusinya berasaskan islam namun respon dari forum tidak ada, bahkan terkesan cuek. Mahasiswa dengan pemikiran sekulernya, yang menjadikan agama hanya dalam perkara ritual ibadah semata, padahal agama mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Islam adalah ideologi kawannnnnn!!! Pancasila bukan ideologi!
Huhh.. gerah dengan penghuni kelas yang pemikirannya benar-benar sekuler. Wajar saja pendidikan kapitaslis sihh.. dimana kapitalisme asasnya adalah sekularisme yakni pemisahan agama dengan kehidupan. !!!

Saya sih dengan terang menolak Kapitalisme dan Sekulerisme sebagai asasnya !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar