Selasa, 25 Maret 2014

Review Talk Show "Mahasiswa Ideologisa VS Demokrasi"


Assalamualaikum wr.wb...
Beberapa hari yang lalu telah diadakan acara Talk Show dengan judul “ Mahasiswa Demokrasi VS Mahasiswa Ideologis” yang diadakan oleh HTI, BKLDK dan Gema Pembebasan Sulselbar (1/3/2014). Acara yang diselenggarakan di Mesjid Al-Azhar, jln. Sultan Alauddin diawal bulan maret ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai kampus di kota Makassar. Begitupun dengan mahasiswa UNM yang tergabung dalam LDK Fosdik Al-Umdah UNM juga turut hadir dalam kegiatan yang menghadirkan Ketua umum Gema Pembebasan Sulselbar, Arif Siddiq Bahari dan Muh. Ilham selaku koordinator BKLDK Sulselbar.
            Muhammad Fiqhi selaku moderator dalam acara tersebut membuka pembahasan dengan melontarkan pertanyaan kepada Muh. Ilham mengenai perlunya sikap politik dikalangan mahasiswa. “Masyarakat memandang politik sebagai alat untuk meraih kekuasaan, sehingga politik sendiri terkesan jauh dari hal yang positif. Dalam Islam politik diartikan sebagai mengatur urusan ummat dengan Islam, bukan untuk meraih kekuasaan” tuturnya.
Mahasiswa juga pelaku politik karena tujuan akhir dari kuliah yang mereka emban selama ini semata-mata untuk mengabdi kepada masyarakat dalam artian mengurusi urusan umat, baik itu dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua ada unsur politiknya.  Mungkin diantara kita (mahasiswa) pernah berpikir atau menganggap dirinya masih belum bisa dikatakan sebagai pelaku politik, belum saatnya ia terlibat dengan urusan negara karena sudah ada pemerintah yang diberi wewenang atas hal itu, karena masih menyandang status mahasiswa. Perlu ditekankan bahwa bersikap politik tidak harus menjadi pemerintah/ dewan, kita hanya perlu menyampaikan ide untuk kepentingan bangsa. Misalnya saja menyampaikan ide tentang khilafah, tentunya aktivitas ini bisa dikatakan sebagai aktivitas politik seperti yang dilaksanakannnya acara talk show tersebut.
 “Mahasiswa yang ikut pembinaan di Hiztbut tahrir sudah pasti melakukan aktivitas politik karena telah bergabung dalam partai politik” himbaunya kepada para peserta yang kebanyakan syabab(ah) HT. Ia juga menekankan bahwa HT bukanlah ormas Islam namun partai politik Islam.
Kebanyakan orang menganggap bahwa Islam bukan ideologi dan menganggap pancasila adalah ideologi. Di dunia ini hanya ada 2 ideologi yakni ideologi buatan manusia dan ideologi yang berasal dari Allah SWT. Maka dari itu perlunya ditanamkan kedalam diri masyarakat bahwa Islam adalah Ideologi, dan sebaik-baiknya Ideologi hanyalah Islam karena Islam rahmatallilalamin.. Dari beberapa pemaparannya beliau sedikit menyinggung masalah organisasi pramuka yang senantiasa menanamkan sikap patriotisme kedalam diri individu, padahal patriotisme merupakan salah satu yang menghancurkan Islam beserta nasionalisme Adapun sistem yang diterapkan oleh negara kita terbukti gagal, hal ini karena menggunakan ideologi yang bukan Islam. Sistem demokrasi kapitalis tidak bisa menciptakan suasana yang baik dalam sebuah negara. Hal ini bisa kita saksikan dengan segala kesenjangan yang terjadi selama ini. Oleh karena itu kita harus tegas menolak semua tawaran dari sistem demokrasi, jangan menjadikan diri anda sebagai robot kaum kapitalis karena anda punya akal dan pergunakan akal anda.
Selain itu Arief Siddiq juga memaparkan tentang tujuan terbentuknya Gema Pembebasan sama dengan tujuan yang ingin dicapai oleh HT, karena GP merupakan perpanjangan syap dakwah HT . Jadi Gema Pembebasan bagian dari HT. Baginya kata adalah senjata, jangan pernah meremehkan wacana. Dulu rakyat percaya dengan wacana yang dibawa mahasiswa dan jika mahasiswa melakukan aksi maka masyarakat selalu ada dibelakangnya, berbeda dengan hari ini.
Mahasiswa sadar atau tidak sadar ia telah memiliki aktivitas politik. Ketuk panggung revolusi, karena mahasiswa adalah magnet revolusi maka haruslah bergerak cepat. Revolusi tidak pernah terjadi dalam sistem jadi tidak hanya dengan mengganti rezim tapi “TUMBANGKAN SISTEM”, ganti dengan sistem Islam dalam naungan khilafah dan mari menjadi bagian dari tegaknya khilafah. Allahu Akbar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar